Senin, 25 September 2017

world-economy  World Economy

Ditinggal Bill Gross, PIMCO Kehilangan Aset Kelolaan Rp332,6 triliun

Rabu, 5 November 2014 11:07 WIB
Dibaca 800

Monexnews -  Pacific Investment Management Co (PIMCO) kehilangan dana kelolaan nasabah senilai $27.5 miliar (Rp332,6 triliun) dari produk investasi favorit, Pimco Total Return Fund di bulan Oktober 2014. Investor semakin rajin menarik modalnya dari portofolio perusahaan spesialis obligasi ini karena tidak yakin dengan prospek imbal hasil selepas kepergian bos besarnya, Bill Gross.

Jumlah penarikan dana nasabah PIMCO di bulan Oktober merupakan rekor redemption tertinggi dan melampaui catatan bulan September yang sebesar $23.5 miliar. Dengan demikian maka PIMCO Total Return Fund sekarang hanya menghimpun uang nasabah senilai $170,9 miliar atau jauh menurun dari rekor tertingginya di tahun 2013 lalu yang mencapai $293 miliar. 

Nasabah mulai kehilangan kepercayaan terhadap PIMCO setelah perusahaan ditinggal oleh bos paling berpengaruhnya, Bill Gross. Pria yang sudah mengabdi di PIMCO selama 40 tahun terakhir ini memutuskan pergi pada 26 September lalu untuk bergabung dengan perusahaan rival, Janus Capital Group Inc. 

Dana kelolaan di seluruh produk PIMCO langsung turun 5% di kuartal III menjadi $1.876 triliun (sampai dengan 30 September). Untuk menjaga kepercayaan nasabah, pihak direksi melakukan berbagai cara, mulai dari menggelar pertemuan dengan nasabah, conference call hingga pemasangan iklan di media. Tujuannya sama, yaitu untuk meyakinkan publik bahwa strategi investasi PIMCO masih sama seperti ketika dipimpin oleh Bill Gross. 

"Setelah Bill pergi, ada persepsi bahwa akan terjadi perubahan besar di PIMCO," tulis CEO PIMCO, Doug Hodge, dalam sebuah memo yang ditujukan kepada nasabah. Hodge berusaha meyakinkan klien-nya bahwa DNA bisnis perusahaan masih tetap sama dan investasi obligasi tetap menguntungkan. 

Saat PIMCO mengalami periode sulit, beberapa perusahaan saingan justru mendapat berkah dari perpindahan investasi nasabah. DoubleLine Funds misalnya, bank investasi yang sudah lama bersaing dengan PIMCO ini mampu mengeruk dana kelolaan baru di bulan Oktober senilai total $2.38 miliar atau rekor tertingginya di tahun 2014. Produk andalan DoubleLine Total Return Bond mampu mencetak imbal hasil 5,94% setahun (per Oktober) atau mengalahkan 87% perusahaan investasi obligasi lain di Amerika Serikat. Sementara Pimco Total Return Fund hanya mampu memberikan laba 4,07% di periode yang sama. 

 (dim)

Ditinggal Bill Gross, PIMCO Kehilangan Banyak Nasabah

 

Pacific Investment Management Co (PIMCO) kehilangan dana kelolaan nasabah senilai $27.5 miliar (Rp332,6 triliun) dari produk investasi favorit, Pimco Total Return Fund di bulan Oktober 2014. Investor semakin rajin menarik modalnya dari portofolio perusahaan spesialis obligasi ini karena tidak yakin dengan prospek imbal hasil selepas kepergian bos besarnya, Bill Gross.

Jumlah penarikan dana nasabah PIMCO di bulan Oktober merupakan rekor redemption tertinggi dan melampaui catatan bulan September yang sebesar $23.5 miliar. Dengan demikian maka PIMCO Total Return Fund sekarang hanya menghimpun uang nasabah senilai $170,9 miliar atau jauh menurun dari rekor tertingginya di tahun 2013 lalu yang mencapai $293 miliar. 

Nasabah mulai kehilangan kepercayaan terhadap PIMCO setelah perusahaan ditinggal oleh bos paling berpengaruhnya, Bill Gross. Pria yang sudah mengabdi di PIMCO selama 40 tahun terakhir ini memutuskan pergi pada 26 September lalu untuk bergabung dengan perusahaan rival, Janus Capital Group Inc. 

Dana kelolaan di seluruh produk PIMCO langsung turun 5% di kuartal III menjadi $1.876 triliun (sampai dengan 30 September). Untuk menjaga kepercayaan nasabah, pihak direksi melakukan berbagai cara, mulai dari menggelar pertemuan dengan nasabah, conference call hingga pemasangan iklan di media. Tujuannya sama, yaitu untuk meyakinkan publik bahwa strategi investasi PPIMCO masih sama seperti ketika dipimpin oleh Bill Gross. 

"Setelah Bill pergi, ada persepsi bahwa akan terjadi perubahan besar di PIMCO," tulis CEO PIMCO, Doug Hodge, dalam sebuah memo yang ditujukan kepada nasabah. Hodge berusaha meyakinkan klien-nya bahwa DNA bisnis perusahaan masih tetap sama dan investasi obligasi tetap menguntungkan. 

Saat PIMCO mengalami periode sulit, beberapa perusahaan saingan justru mendapat berkah dari perpindahan investasi nasabah. DoubleLine Funds misalnya, bank investasi yang sudah lama bersaing dengan PIMCO ini mampu mengeruk dana kelolaan baru di bulan Oktober senilai total $2.38 miliar atau rekor tertingginya di tahun 2014. Produk andalan DoubleLine Total Return Bond mampu mencetak imbal hasil 5,94% setahun (per Oktober) atau mengalahkan 87% perusahaan investasi obligasi lain di Amerika Serikat. Sementara Pimco Total Return Fund hanya mampu memberikan laba 4,07% di periode yang sama. 

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar