Kamis, 19 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Dollar Kokoh di Awal Sesi Asia

Jumat, 12 September 2014 8:50 WIB
Dibaca 633

Monexnews - Dollar nampak kokoh pada sesi Asia hari Jumat seiring meningkatnya spekulasi mengenai outlook suku bunga AS menekan harga komoditas dan mengurangi minat trader pada mata uang ber-yield tinggi. Dollar diperdagangkan dekat level tigngi 14 bulan terhadap sejumlah mata uang seiring aksi jual pada sterling dan euro mereda, namun mata uang komoditas masih berada di bawah tekanan. Isu bahwa Federal Reserve mungkin akan berubah hawkish pada pertemuan kebijakan selanjutnya pekan depan telah mendorong yield obligasi AS naik dan memberikan nyawa tambahan pada dollar.

Meningkatnya volatilitas secara tiba-tiba membuat investor untuk mengurangi carry trades, di mana mereka meminjam pada suku bunga rendah pada euro dan yen untuk membeli aset ber-yield tinggi seperti mata uang komoditas dan negara berkembang. Kenaikan pada yield obligasi AS dan meingkatnya volatilitas menekan nilai tukar dollar Australia dan mata uang negara berkembang lainnya. Aussie anjlok ke level rendah 6 bulan semalam, kendati data doemstik menunjukkan tingkat pekerjaan naik paling banyak dalam rekor di bulan Agustus. "Jika kita melihat the Fed yang hawkish pekan depan, aussie akan menuju kembali ke 90 sen," ucap Annette Beacher, kepala Asia-Pacific Research pada TDSecurities. Penguatan mata uang AS juga mendorong harga minyak ke level terendah dalam 2 tahun, sementara harga emas anjlok ke level terendah 8 bulan dan harga tembaga turun ke level terendah 3 bulan.
Kontras dengan hal tesebut, penguatan dollar terhadap yen dianggap positif bagi sektor ekspor Jepang, hasil earnings korporat dan bursa saham. Sementara data ekonomi yang akan dirilis pada sesi Asia cukup minim, data penjualan ritel AS yang akan dirilis hari ini dapat menambah kecemasan mengenai suku bunga. Ekonom memperkirakan adanya rebound yang solid pada penjualan ritel sebesar 0.6% di bulan Agustus, naik dari hasil flat yang mengeceawkan di bulan Juli dan dipicu oleh booming pada penjualan otomotif. Hasil data yang bagus hanya akan menambah spekulasi the Fed mungkin akan mengkaji ulang, atau bahkan melepas, komitmennya untuk mempertahankan tingkat suku bunga rendah untuk "waktu yang cukup lama" setelah program pembelian asetnya berakhir.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar