Kamis, 27 Juli 2017

world-economy  World Economy

Dorong Investasi Dalam Negeri, Pemerintah Akan Revisi Aturan Tax Holiday

Jumat, 24 Juli 2015 14:27 WIB
Dibaca 3548

Monexnews - Untuk mendorong kegiatan investasi pada industri manufaktur dan industri infrastruktur ekonomi, pemerintah akan mengeluarkan revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 130/2011  yang selama ini mengatur tax holiday untuk industri manufaktur di indonesia yang memenuhi syarat.  “Tax Holiday diutamakan diberikan bagi Industri Pionir, Industri yang memiliki keterkaitan yang luas, nilai tambah dan eksternalitas yang tinggi, teknologi baru, maupun nilai strategis” ungkap Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro saat konferensi pers di Jakarta pada Kamis (24/07)

Perubahan pada PMK ini akan mempeluas cakupan sektor industri yang  berhak mendapatkan tax holiday. “Cakupannya yang di PMK 130 aslinya Cuma lima, akan diperluas menjadi sembilan” ujar Menkeu.  Tambahan sektor industri tersebut adalah industri pengolahan berbasis hasil pertanian, industri transportasi kelautan,  industri pengolahan yang merupakan industri utama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan infrastruktur ekonomi selain yang menggunakan skema kerjasama pemerintah dan badan usaha.

Menkeu menyebutkan bahwa revisi PMK ini konsisten dengan visi pemerintah yang berjalan. “Ini sudah konsisten dengan apa yang menjadi visi dari pemerintah saat ini, mendorong maritim, mendorong infrastruktur, hilirisasi juga didorong. Hilirisasi ke industri yang berbasis pertanian, industri pengilangan, industri kimia dasar organik dan industri logam hulu” jelas menkeu.

Ketentuan lain yang diubah adalah jumlah nilai investasi. Nilai minimal investasi tetap Rp 1 triliun, tapi khusus untuk industri permesinan dan peralatan komunikasi, nilai investasi minimal bisa Rp 500 miliar dengan catatan memenuhi syarat yang telah ditetapkan. "Jadi hanya untuk dua industri, permesinan dan komunikasi boleh minimal Rp 500 miliar. Tapi kita inginkan mesin yang belum ada di Indonesia, karna untuk memenuhi syarat (industri) pionir tadi" papar Menkeu.

"Kita akan mengeluarkan revisi tax holiday paling lambat akhir Juli atau awal Agustus” ujar menkeu. Adapun kesembilan industri yang mendapatkan tax holiday tersebut meliputi :

1. Industri logam hulu.

2. Industri pengilangan minyak bumi.

3. Industri kimia dasar organik yang bersumber dari minyak bumi dan gas alam.

4. Industri permesinan.

5. Industri pengolahan berbasis hasil pertanian.

6. Industri peralatan komunikasi.

7. Industri transportasi kelautan.

8. Industri pengolahan yang merupakan industri utama di KEK.

9. Industri ekonomi selain yang menggunakan skema kerjasama pemerintah dan badan usaha.(kp)


Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

*Disadur tanpa penyuntingan (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar