Jumat, 20 Januari 2017

breaking-news Klaim pengangguran AS turun menjadi 234K di pekan lalu vs 249K, estimasi pada 252K

world-economy World Economy

Dr. Doom: Saham Memang Bagus (untuk Sekarang)

Selasa, 30 April 2013 15:41 WIB
Dibaca 640

Monexnews - Bursa saham Amerika Serikat memang telah merangsek ke level puncak di triwulan pertama 2013. Akan tetapi bukan berarti pergerakannya akan terhenti, terlebih lagi faktor pendukungnya masih eksis hingga dua tahun ke depan.

Opini tersebut dilontarkan oleh Nouriel Roubini, pengamat pasar yang juga seorang profesor di New York University. Menurutnya, kenaikan harga saham Amerika masih terjadi hingga dua tahun ke depan seiring masa berlakunya kebijakan stimulus Federal Reserve Bank. Namun investor patut waspada karena setelah dua tahun itu terlalui, ancaman penurunan besar mengintai lantai bursa.

Pria yang kondang karena prediksinya tentang krisis perumahan beberapa tahun lalu ini menilai kebijakan suku bunga rendah Amerika dan negara-negara maju lainnya akan berdampak positif terhadap saham dan obligasi. Pelaku pasar masih bisa menuai keuntungan dari penguatan harga, setidaknya untuk dua tahun lagi. Pun demikian, ia juga menilai apa yang dilakukan oleh bank sentral Amerika saat ini ibarat menimbun masalah seperti apa yang dulu terjadi sebelum krisis 2008. "Dengan mematok suku bunga dekat nol persen, mereka (the Fed) sesungguhnya sedang 'menipu' kita," ujar Roubini dalam sebuah panel diskusi di Konferensi Global Milken, Beverly Hills.

Pemberlakuan suku bunga murah itu memicu risiko gelembung di pasar obligasi. "Dalam beberapa titik, terdapat potensi masalah dari levitasi (kenaikan nilai aset yang tidak sesuai realita)," demikian pendapat Roubini. Jika nantinya nilai aset-aset keuangan itu bergerak sesuai kondisi riil, maka efek yang timbul ke dalam perekonomian bukan lagi resesi namun sampai dalam taraf depresi. Di tengah lemahnya rasio pertumbuhan dunia sekarang ini, mustahil bagi siapapun untuk mempertahankan level harga saham dan obligasi di levelnya saat ini. "Ketakutan kita semua akan terbukti saat harga komoditi, obligasi dan saham akhirnya melemah serentak," tambahnya.

Eropa menjadi wilayah yang paling rentan memicu bahaya baru ke pasar keuangan dunia. Roubini memang cukup yakin kalau masalah di Italia dan Spanyol telah mereda namun efek penularannya bisa melanda negara-negara lain yang selama ini tidak tersentuh. Hanya Jerman yang bisa disebut kebal dari segala ancaman krisisi dalam kawasan. Terlepas apapun yang terjadi di luar sana, Nouriel Roubini masih merekomendasikan pasar saham sebagai aset yang harganya bisa meningkat saat ini. "Untuk jangka pendek, kondisi saat ini sangat positif bagi nilai aset," tutupnya.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar