Selasa, 25 April 2017

world-economy  World Economy

ECB Coeuré: Reformasi Struktural Masih Dibutuhkan Zona Euro

Jumat, 17 Oktober 2014 14:59 WIB
Dibaca 665

Monexnews - Pemerintah di zona euro harus mereformasi perekonomian mereka untuk mengambil keuntungan penuh dari kebijakan yang bertujuan meningkatkan permintaan, ucap anggota dewan eksekutif European Central Bank, Benoît Coeuré pada hari Jumat. “Tidak masuk akal jika negara di Eropa menghentikan reformasi saat ini. Hal itu akan berarti menanggung penderitaan namun tidak mendapatkan hasil. dan hal tersebut hanya akan membuat kita lebih sulit keluar dari krisis,” ucap Coeuré dalam pernyataan pada konferensi di Riga, Latvia. Pernyataan dari Coeuré dirilis di tengah munculnya kembali kecemasan mengenai outlook pertumbuhan zona euro. 

Gross domestic product stagnan di kuartal kedua dan data belakangan ini menunjukkan laju pertumbuhan yang bertambah cepat sedikit di kuartal ketiga. Sementara itu, inflasi telah melemah ke level yang jauh di bawah target ECB. Laju inflasi konsumen hanya naik sebanyak 0.3% di bulan September dari setahun lalu, jauh di bawah target ECB yaitu tipis di bawah 2% dalam jangka menengah. Target inflasi tersebut "adalah jangkar bagi proses penyesuaian dan merupakan tugas kami untuk mengembat mandat tersebut,” ucapnya. Sebagai bagian dari usaha tersebut, ECB telah mengambil sejumlah kebijakan stimulus dalam beberapa bulan belakangan termasuk pemangkasan suku bunga ke rekor rendah dan juga program pinjaman bank dan sektor swasta baru. Dengan tingkat suku bunga di dekat nol, bank sentral dapat mendorong tingkat permintaan dalam perekonomian dengan meningkatnya jumlah neracanya, dengan begitu akan menaikkan suplai uang. “Hal ini apa yang telah dilakukan dan akan terus dilakukan oleh ECB,” ucap Coeuré.
Usaha pemerintah yang bertujuan untuk memperbaiki pasar tenaga kerja dan produktivitas tidak akan mendapatkan dampak negatif pada perekonomian dalam jangka pendek, ucap Coeuré. “Sebagian banyak dari reformasi tersebut yang telah memicu penurunan pada tekanan harga dan kenaikan suku bugna riil telah dilakukan, dan dampaknya sedang memasuki perekonomian saat ini,” ucapnya. “Reformasi yang tersisa lebih mengenai mendorong tingkat permintaan investasi dan produktivitas sehingga menaikkan tingkat pertumbuhan.” “Penderitaan pengangguran muda dan jangka panjang di negara-negara zona euro seharusnya cukup sebagai insentif bagi reformasi," ucapnya.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar