Kamis, 25 Mei 2017

breaking-news Klaim Pengangguran AS naik ke 234K pekan lalu,sebelumnya 232K, perkiraan 238K

world-economy  World Economy

ECB Draghi: Resiko Geopolitik Dapat Jadi Pemicu Program QE ECB

Kamis, 7 Agustus 2014 20:24 WIB
Dibaca 755

Monexnews -

Presiden ECB, Mario Draghi mengakui bahwa resiko semakin meningkat terkait pemulihan ekonomi zona Euro akibat konflik di Ukraina.

Menurut Draghi, eskalasi geopolitik, serta perkembangan di ekonomi negara emerging dan pasar keuangan global berpotensi menimbulkan efek negatif pada kondisi ekonomi. Pernyataan Draghi ini dikeluarkan setelah ECB menetapkan untuk tidak merubah tingkat suku bunga acuannya di level rendah.

Tantangan yang dihadapi 18 negara member zona Euro kini meningkat, setelah Italia berbalik ke resesi, sementara itu ketegangan antara Russia dan AS serta aliansi Uni Eropa nya tereskalasi ke kondisi terburuk sejak era perang dingin. Sebelumnya Draghi sempat berkomentar jika terjadi shock eksternal pada ekonomi yang dapat membahayakan outlook inflasi seharusnya akan menjadi pemicu bank sentral ECB untuk melakukan program pembelian aset atau quantitative easing.

Pada konferensi pers ECB kali ini juga Draghi menegaskan bahwa terdapat suara bulat pada anggota dewan ECB untuk menggunakan kebijakan yang khusus seperti program pembelian ABS, seperti QE, jika outlook jangka menengah inflasi mengalami perubahan. Oleh sebab itu ECB akan memonitor dengan seksama potensi gangguan akibat resiko geopolitik serta perubahan nilai tukar.

(Sap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar