Jumat, 28 Juli 2017

world-economy  World Economy

ECB Praet: Stimulus ECB Harus Dibarengi Reformasi Struktural

Kamis, 12 Februari 2015 21:04 WIB
Dibaca 481

Monexnews - Kebijakan European Central Bank untuk mengalirkan milyaran euro ke dalam zona euro beresiko sia-sia jika pemerintah tidak memperbaiki perekonomiannya, ucap anggota dewan eksekutif ECB Peter Praet pada hari Kamis. Bulan lalu, ECB meluncurkan rencana pembelian obligasi pemerintah untuk mengalirkan ratusan milyar uang baru ke dalam perekonomian zona euro guna mendongkrak inflasi, yang telah beranjak ke area negatif, kembali ke targetnya yaitu sedikit di bawah 2%. Langkah tersebut menambah program pembelian aset lainnya yang telah diluncurkan ECB untuk mencoba menopang perekonomian.

Praet, kepala ekonom ECB, mengatakan kebijakan baru tersebut nampaknya sedang mencoba merasuk ke dalam pasar dan perekonomian, namun pemerintah harus memainkan peranannya seperti stimulus ECB utnuk menciptakan pemulihan yang lebih cepat dan bertahan lama. "Tentu saja, mungkin resiko terbesar yang kami hadapi dengan kebijakan baru kami adalah kebijakan tersebut sia-sia karena pemerintah tidak melakukan usaha yang cukup untuk meningkatkan tingakt kepercayaan di masa mendatang," ucapnya. Dengan mengusung reformasi struktural, pemerintah dapat meningkatkan potensi pertumbuhan perekonomiannya. Jika mereka melakukan hal ini, hasilnya akan menjadi jauh lebih positif. "Jika pemerintah berdeterminasi dalam mengatasi hambatan struktural mereka, semua syarat kenaikan pertumbuhan secara mengejutkan sudah terpenuhi," ucap Praet.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar