Selasa, 30 Mei 2017

world-economy  World Economy

ECB: Stimulus Bukan Obat Segala Penyakit

Kamis, 25 April 2013 16:24 WIB
Dibaca 598

Monexnews - Bank Sentral Eropa membantah asumsi yang menyebut bahwa program pemangkasan anggaran di beberapa negara Euro gagal memenuhi harapan. Menurut anggota Dewan Eksekutif ECB, Joerg Asmussen, konsolidasi fiskal merupakan strategi untuk mencapai keseimbangan pos keuangan jangka panjang dan bukan solusi krisis terkini. 

"Konsolidasi fiskal bukanlah kebijakan tanpa konsekuensi (negatif)," ujar Asmussen dalam sebuah konferensi di London hari ini. Menurutnya, konsolidasi fiskal adalah satu-satunya cara bagi suatu negara untuk bebas dari kejamnya pasar keuangan. Selain itu, pemasukan negara yang biasanya dipakai untuk membayar hutang kini bisa diinvestasikan demi perbaikan ekonomi masa depan. Asmussen juga menyatakan bahwa pihaknya memiliki keterbatasan untuk menstimulasi sistem ekonomi, sehingga semua pihak harus mendukung di waktu yang sama.

Oleh karena itu, ECB memandang bahwa efek pemangkasan suku bunga ke negara-negara bermasalah akan sangat terbatas. Di sinilah peran konsolidasi fiskal diperlukan supaya kebijakan suportif bank sentral tidak menjadi sia-sia. Asmussen menganggap pemberlakuan suku bunga terlalu rendah dalam waktu yang lama juga mempunyai konsekuensi buruk, misalnya mengurangi insentif ruang bagi pemerintah dan bank-bank untuk menyesuaikan diri dengan iklim suku bunga itu.

Berdasarkan berbagai komentar pejabat tingginya, ECB memberi sinyal keengganan meniru apa yang sudah dilakukan oleh bank-bank sentral negara maju, khususnya dalam hal peluncuran stimulus. Apa yang sudah diputuskan oleh Bank of Japan, the Federal Reserve atau the Bank of England tidak serta merta akan berhasil di Eropa. Pembelian aset secara besar-besaran dinilai tidak akan efektif berdampak terhadap perekonomian Euro, mengingat pelemahan mata uang tidak selalu menguntungkan semua negara. Pelemahan nilai tukar lebih sulit dicerna di kawasan pengguna valuta tunggal karena uni-moneter mengandalkan suku bunga acuan yang berbeda-beda pula. "Kebijakan moneter bukanlah senjata uang bisa mengobati semua penyakit ekonomi," ujarnya.

Secara kolektif, upaya yang bisa dilakukan oleh negara-negara Eropa adalah dengan meneruskan wacana yang sudah dibangun sebelumnya seperti pembentukan Badan Perbankan Uni Eropa. "Lembaga bank yang terintegrasi bisa menyalurkan stimulus yang penting ke pasar kredit," tutup Asmussen. Nilai tukar Euro saat diperdagangkan di 1.30642 terhadap Dollar.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar