Jumat, 26 Mei 2017

world-economy  World Economy

ECB Tunggu Penyelidikan Polisi Terkait Kasus Hacker

Jumat, 25 Juli 2014 11:02 WIB
Dibaca 941

Monexnews - Bank Sentral Eropa (ECB) masih mengusut kasus pembobolan data informasi pengunjung website-nya. Bekerjasama dengan kepolisian Frankfurt, ECB bertekad mengungkap dalang di balik peristiwa ini.

European Central Bank kemarin mengumumkan bahwa terjadi pencurian pada sistem teknologi informasinya. Sebanyak 20 ribu alamat email dan data pribadi dari orang-orang yang mendaftarkan diri pada berbagai kegiatan bank sentral dibobol oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. "Terjadi pembobolan sistem keamanan dalam database kami yang terkait dengan website untuk publik. Pihak peretas berhasil mencuri data alamat email dan data pribadi lainnya dari para peserta yang berpartisipasi dalam berbagai event resmi ECB," demikian pernyataan resmi bank sentral.

Namun demikian, otoritas moneter tertinggi di Eropa itu menegaskan tidak terjadi penembusan sistem internal, sehingga data yang sensitif terhadap pergerakan pasar keuangan masih tersimpan dengan baik. Sejauh pemantauan ECB, data yang berhasil ditembus hanya meliputi daftar registrasi peserta event-event bank sentral, seperti konferensi dan kunjungan tertentu. Bagian ini terpisah dari sistem penyimpanan data internal ECB yang jauh lebih sensitif.

Muncul berbagai spekulasi tentang pihak yang bertanggungjawab atas kejahatan cyber terhadap bank sentral. Termasuk mengaitkan kasus ini dengan aktivitas hacker asal Rusia, yang beberapa tahun belakangan memang giat menyerang situs web institusi maupun perusahaan di Amerika Serikat dan Eropa. Pada tahun 2010 silam, sekelompok peretas dari Rusia dilaporkan telah menanam 'bom waktu' pada sistem perdagangan indeks saham Nasdaq di New York. Bom berupa malware yang sudah di-setting waktu pelepasannya itu akhirnya tidak pernah 'meledak' seperti yang ditakutkan.

Terlepas dari banyaknya kemungkinan yang ada, ECB dan kepolisian Jerman enggan berspekulasi dan lebih memilih untuk menunggu petunjuk lebih lanjut. Press release dikeluarkan kemarin oleh ECB setelah datang email dari pihak peretas yang berisi permintaan tebusan untuk data yang dicuri. Pihak IT internal mengakui bahwa sebagian data pengunjung sudah ter-enkripsi. Tetapi khusus untuk email, alamat rumah dan nomor telepon, datanya memang tidak di-enkripsi. ECB mengatakan telah menghubungi setiap orang yang namanya ada dalam database yang tercuri. Bank sentral bahkan harus mengubah password-nya untuk menutup celah bagi hacker kambuhan. (dim)

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar