Rabu, 27 September 2017

world-economy  World Economy

ECB: Uang Dikuras Nasabah, Bank Yunani Bisa Tutup Senin Depan

Jumat, 19 Juni 2015 10:37 WIB
Dibaca 1642

Monexnews - European Central Bank (ECB) kembali mewanti-wanti pemerintah Yunani untuk lebih serius dalam membahas upaya penyelesaian krisis yang dialaminya. Otoritas moneter Eropa bahkan memprediksi bank-bank di negara itu tidak akan bisa beroperasi mulai Senin depan karena kekurangan uang. 

Selama krisis Yunani berlangsung, nasabah perbankan domestik menarik uangnya secara besar-besaran karena takut tabungannya tidak kembali. Hal ini bisa dimaklumi karena pemerintahnya memang belum mampu membangun keyakinan bahwa perekonomian segera berjalan normal. Pasca pertemuan tingkat tinggi dengan menteri keuangan Eropa, dua pejabat ECB yang tidak mau disebut namanya membocorkan isi percakapan antara bank sentral dengan IMF serta perwakilan Uni Eropa kepada media. Dalam forum itu, Presiden ECB, Mario Draghi mengutarakan kekhawatirannya kalau bank-bank di Yunani tutup pekan depan karena likuditasnya berkurang. Aksi penarikan simpanan secara besar-besaran selama beberapa pekan terakhir rentan menguras stok uang di lembaga perbankan negara tersebut.

Ketika membahas soal kemungkinan terhentinya aktivitas bank, Presiden Grup Euro, Jeroen Dijsselbloem mengatakan hal senada dengan bos ECB. Ia menyatakan tidak yakin dengan kondisi perbankan Yunani ke depannya. "Bank masih akan beroperasi besok (Jumat ini) tapi Senin dan seterusnya, saya tidak bisa jamin," kata Dijsselbloem seperti dikutip oleh dua pejabat ECB yang diwawancarai Reuters.

Untuk mengantisipasi hal itu, ECB berencana mengadakan konferensi via telepon untuk mendiskusikan adanya suntikan dana darurat ke bank-bank komersial karena situasi sangat mendesak. Selama 3 hari terakhir saja, jumlah uang yang ditarik nasabah mencapai 2 miliar Euro atau setara 1,5% dari total tabungan warga dan perusahaan di bank (133,6 miliar Euro). "Kalau orang-orang menarik uang secara bersamaan, artinya mereka khawatir dengan masa depan negaranya," tambah Dijsslebloem. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar