Minggu, 23 Juli 2017

world-economy  World Economy

Ekonom: BI Perlu Hati-Hati Ambil Kebijakan Moneter

Kamis, 15 Agustus 2013 13:13 WIB
Dibaca 543

Monexnews - Bank Indonesia (BI) diharapkan lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan moneter agar tidak memperlambat pertumbuhan ekonomi. Demikian disampaikan Kepala Ekonom Dana Reksa Reserch Institute Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Rabu (14/8).

Menurutnya, dengan inflasi yang tinggi pada bulan Juli lalu, bank sentral diprediksi akan menaikkan suku bunga acuannya (BI rate) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6,75 persen. "Kemungkinan BI akan meningkatkan BI rate sebesar 25 bps, walaupun sebenarnya kebijakan itu tidak perlu dilakukan karena penyebab inflasi lebih kepada sisi supply dan dampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM)," ujarnya.

Pihaknya mengkhawatirkan, dengan kembali dinaikkannya BI rate pada Bulan Agustus justru berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi. Sebagai imbasnya, investor akan lari ke luar negeri, sehingga nilai tukar rupiah akan kembali tertekan. "Kalau BI rate-nya di level 6,5 persen maka pertumbuhan ekonomi masih bisa lari, di level 6,75 persen pertumbuhan ekonomi bisa melambat, tapi belum membahayakan. BI rate di atas 7 persen tekanan ke pertumbuhan ekonomi akan stagnan, dan jika naik ke level 9,5 persen maka ekonomi akan mulai kontraksi," pungkasnya.(ans)


Sumber: Rilis Resmi Kementerian Keuangan Republik Indonesia

(www.depkeu.go.id) 


(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar