Rabu, 24 Mei 2017

breaking-news Moody's turunkan peringkat kredit China, AUDUSD turun 20 pip ke 0.7453

world-economy  World Economy

Ekspor Migas Rusia Hambat Sanksi Atas Crimea

Senin, 17 Maret 2014 14:12 WIB
Dibaca 1226

Monexnews - Pejabat AS dan Eropa memberikan ancaman sanksi terhadap Rusia terkait Ukraina, namun sektor eskpor minyak dan gas alam yang mencapai 160 milyar dollar mungkin akan menjadi senjata utama Vladimir Putin untuk membatasi kebijakan sanksi tersebut. AS dan pihak aliansinya di Eropa, akan bertemu hari ini di Bussles, memiliki sejumlah ancaman untuk menakuti Putin meski setelah mereka telah mempeingatkan agar Rusia tidak mengambil Crimea pasca referendum di wilayah selatan Ukraina kemarin. Ancaman larangan visa dan pembekuan aset masih belum membuat pihak Kremlin takut sejauh ini.

Rusia, yang merupakan produsen minyak terbesar di dunia, mengekspor minyak mentah, bahan bakar, dan gas alam untuk keperluan industri senilai 160 milyar dollar menuju Eropa dan AS di tahun 2012. Sementara menutup keran ekspor energi Rusia akan membuat pemerintah Moskow haus akan aliran devisa, harga mungkin akan menjadi terlalu tinggi bagi konsumen di Eropa dan itu mungkin tidak akan menghentikan rencana Putin, ucap Jeff Sahadeo, direktur pada Carleton University’s Institute of European, Russian and Eurasian Studies. “Dalam jangka pendek, hal ini akan sangat sulit untuk dilakukan dan dampaknya terhadap perilaku Rusia masih belum jelas,” ucap Sahadeo. Jika pihak Barat “mengambil sanksi pada jalur energi, hal tersebut akan merugikan kedua belah pihak.” Kanselir Jerman Angela Merkel, pemimpin negara perekonomian terbesar Uni Eropa, telah mengatakan bahwa negaranya sudah bersiap menanggung dampak ekonomi dari sanksi apapun terhadap Rusia.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar