Selasa, 30 Mei 2017

world-economy  World Economy

Embargo Barat Lukai Pasar Investasi Rusia

Rabu, 2 Juli 2014 11:44 WIB
Dibaca 554

Monexnews -  Sanksi negara-negara barat terhadap Rusia dianggap 'sukses' menghambat laju pertumbuhan ekonomi negara tersebut, terutama pada sektor investasi. Pendapat tersebut dilontarkan oleh lembaga kreditur, Dana Moneter Internasional (IMF), pada hari Selasa (02/01).

IMF mengatakan bahwa perwakilannya telah bertemu dengan Gubernur Bank Sentral Rusia, Elvira Nabiulina, dan membahas tentang efek sanksi ekonomi yang diberlakukan blok barat. Nabiulina mengaku embargo Amerika sulit diterima dan telah membuat Rusia berada dalam situasi yang sulit. Akan tetapi ia yakin kalau Rusia mampu memenuhi target pertumbuhan minimal 0.5% tahun ini atau jauh lebih tinggi dibandingkan proyeksi IMF dan bank sentral sendiri, yang hanya sebesar 0.2% dan 0.4%. Kalaupun ada faktor yang mengganjal, tidak lain adalah keluarnya modal asing dari pasar keuangan dan sektor riil Rusia,

"Bahkan tanpa krisis Ukraina, Rusia sudah mengalami penurunan konsumsi, pelemahan minat investasi dan tekanan nilai tukar. Volume dana asing yang keluar juga lebih besar dibanding perkiraan," demikian urai IMF dalam laporannya. Lebih lanjut, IMF melihat Rusia kini dituntut untuk lebih bergantung pada kekuatan domestik meskipun sebelumnya Moskow lebih dulu memiliki program reformasi yang berlandaskan kerjasama dengan negara lain. Asumsi ini mengacu pada berkurangnya minat investor untuk menanamkan uangnya di negeri beruang merah karena tidak lagi menarik setelah diembargo Amerika.

Presiden Vladimir Putin telah meminta pelaku bisnis untuk memulangkan (repatriasi) asetnya ke dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap pasar keuangan di negara barat. Terlebih lagi, beberapa pengusaha saat ini sedang menjadi sasaran sanksi Amerika Serikat karena hubungan dekatnya dengan lingkaran istana Kremlin. Selama lima bulan pertama tahun ini saja jumlah modal yang lari dari Rusia sudah mencapai $80 miliar, sementara nilai tukar Rubel melemah 10% terhadap Dollar dam laju inflasi semakin cepat. "Stabilitas kurs Rubel hanya bisa dicapai dengan membendung arus modal keluar," ujar Nabiulina dalam Konferensi Bank Sentral di St. Petersburg. IMF sendiri yakin kalau total modal keluar dari Rusia bisa menembus $100 miliar di akhir tahun 2014 atau sesuai dengan perkiraan pemerintah Moskow.   (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar