Minggu, 22 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Ex Deputi BOJ: Pelemahan Yen Berikan Resiko Pada Jepang

Senin, 22 September 2014 11:56 WIB
Dibaca 732

Monexnews - Jepang berada di dalam bahaya untuk jatuh ke jurang resesi seiring penurunan yen mengurangi daya beli dari sektor rumah tangga dan menguras laba perusahaan, kata mantan deputi gubernur Bank of Japan.

"Pelemahan Yen saat ini sedikit berlebihan," kata Kazumasa Iwata, deputi gubernur periode tahun 2003-2008 dalam sebuah wawancara pada tanggal 19 Oktober di Tokyo. "Abenomics memerlukan resiko konsekuensi dari "mengemis dari diri sendiri" dan tanda-tandanya sudah muncul."

Yen saat ini di perdagangkan di dekat level terendah enam tahun terhadap dollar karena perbedaan kebijakan moneter dari AS ke Jepang yang mengancam akan meningkatkan volatilitas nilai tukar mata uang. Meningkatnya biaya impor kembali mempertegang ekonomi seiring Perdana Menteri Abe mempertimbangkan apakah Jepang dapat melakukan kenaikan pajak lainnya untuk mengendalikan utang terbesar di dunia pada negaranya pada saat ini.

"Level mata uang yang tepat untuk mencerminkan fundamental ekonomi Jepang adalah di kisaran 90-100 yen per dollar," kata Iwata, yang saat ini menjadi presiden di Japan Center of Economic Research.

Yen pada saat ini di perdagangkan di kisaran 108.75 per dollar pada pukul 11.48 wib setelah menyentuh level 109.46 pada tanggal 19 September, itu adalah level terlemah sejak Agustus 2008. Yen terdepresiai sebanyak 4.4% selama bulan lalu, itu pergerakan yang terbesar diantara 16 mata uang utama yang di ikuti oleh Bloomberg.

Haruhiko Kuroda, Gubernur BOJ yang di pilih oleh Abe di tahun 2012, pada bulan lalu mengatakan bahwa dia akan melakukan apa yang di perlukan untuk mencapai target inflasi 2% di tengah dia terus melakukan pelonggaran kebijakan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Berbicara pada pertemuan G-20 di Cairns, Australia, pada tanggal 19 September, Kuroda mengatakan bahwa dia tidak melihat adanya malasah besar dengan pergerakan nilai tukar mata uang saat ini.

"Sangat penting untuk nilai tukar mata uang untuk bergerak stabil karena itu akan mencerminkan fundamental ekonomi suatu negara," kata nya. "Wajar untuk nilai tukar untuk bergerak sesuai dengan perubahan dalam fundamental ekonomi."

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar