Selasa, 28 Maret 2017

world-economy  World Economy

Faktor Musiman Giring Inflasi Juni ke 0,54%

Rabu, 1 Juli 2015 13:30 WIB
Dibaca 2265

rial, helvetica, sans-serif;">Monexnews - Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini merilis data inflasi untuk bulan Juni 2015. Laju inflasi bulan lalu tercatat sebesar 0,54% atau naik 0,04% dibandingkan dengan inflasi Mei.

Inflasi terjadi karena kenaikan harga di seluruh indeks kelompok pengeluaran jelang bulan Ramadan yang jatuh pertengahan Juni. Dengan demikian maka tidak heran kalau harga-harga barang kebutuhan naik lebih cepat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada Juni 2015 terjadi inflasi sebesar 0,54% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 120,14. Dari 82 kota IHK, tercatat 76 kota mengalami inflasi dan 6 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sorong 1,90% dengan IHK 119,69 dan terendah terjadi di Palu 0,03% dengan IHK 120,46. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Tual 0,80% dengan IHK 133,57 dan terendah terjadi di Pangkalpinang 0,14% dengan IHK 117,90.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan 1,60%; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,55%; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,23%; kelompok sandang 0,28%; kelompok kesehatan 0,32%; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,07%; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,11%.

Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Juni) 2015 sebesar 0,96% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juni 2015 terhadap Juni 2014) sebesar 7,26%. Komponen inti pada Juni 2015 mengalami inflasi sebesar 0,26%; tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Juni) 2015 sebesar 1,99%; dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Juni 2015 terhadap Juni 2014) sebesar 5,04%.(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar