Senin, 24 Juli 2017

world-economy  World Economy

Fantastis, Hutang Jepang Tembus Seribu Triliun

Jumat, 9 Agustus 2013 12:21 WIB
Dibaca 663

Monexnews - Untuk kali pertama dalam sejarah, nilai hutang pemerintah Jepang tembus kuadriliun atau seribu triliun Yen. Fakta itu diungkapkan oleh kementerian keuangan beberapa saat lalu.

Beban hutang pemerintah pusat atau outstanding liabilities neraca sudah mencapai 1.009 kuadriliun Yen per akhir Juni lalu. Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan catatan hutang satu triwulan sebelumnya di angka 991.601 triliun Yen. Perhitungan hutang sudah termasuk pembayaran obligasi jangka panjang dan pendek serta berbagai variabel pinjaman lainnya.

Data terbaru juga memastikan kalau total hutang pemerintah pusat sendiri sudah melampaui 200% dari total Gross Domestic Product sekaligus menajdi yang tertinggi di antara negara maju lainnya. Adapun GDP Jepang untuk tahun fiskal yang berakhir bulan Maret keluar pada angka 474.8 triliun Yen (belum disesuaikan dengan perubahan harga).

Patut dicatat bahwa beban hutang Jepang belum termasuk tanggungan bayar organisasi dan lembaga yang terafiliasi langsung dengan negara. Walau terlilit hutang besar, belum ada tanda-tanda kalau Perdana Menteri Shinzo Abe akan mengumumkan wacana kenaikan pajak penjualan dari 5% menjadi 8% di bulan April untuk kemudian menjadi 10% di bulan Oktober 2015. Selain penasihat ekonomi pemerintah, pihak International Monetary Fund dan Bank of Japan sudah memberi rekomendasi kepada kabinet Abe untuk menaikkan komponen pajak penjualan untuk meningkatkan pemasukan negara. Adapun hutang outstanding debt of municipalities, yakni sekitar 200 triliun tidak dimasukkan ke dalam data dari kementerian keuangan. Dunia internasional mulai khawatir kalau negara ini mengalami gagal bayar karena terlalu ngotot dalam menggenjot perekonomiannya. 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar