Minggu, 23 Juli 2017

world-economy  World Economy

Februari, Sektor Perdagangan RI Catat Surplus $758.3 juta

Selasa, 1 April 2014 13:31 WIB
Dibaca 345

Monexnews - Nilai ekspor Indonesia pada bulan Februari 2014 tercatat sebesar US$14.57 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 0.68% dibandingkan ekspor Januari lalu. Sementara bila dibanding periode Februari 2013, nilai ekspor mengalami penurunan sebesar 2.96%.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan pada Februari 2014 surplus US$758.3 juta. Rinciannya, ekspor pada periode tersebut adalah sebesar US$14.67 miliar sementara transaksi impor senilai US$13.78 miliar. Volume ekspor sebanyak 43.25 juta ton dan tingkat impor hanya 10.61 juta ton. Ekspor nonmigas Februari 2014 mencapai US$11.91 miliar, turun setengah persen dibandingkan Januari 2014. Demikian juga bila dibandingkan Februari 2013, ekspor migas turun 4,32%. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-Februari 2014 mencapai US$29.04 miliar atau menurun 4.44% dibanding periode yang sama tahun 2013. Sedangkan ekspor nonmigas mencapai US$23.88 miliar atau menurun 5.12%.

Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Februari 2014 terhadap Januari 2014 terjadi pada komponen lemak dan minyak hewan/nabati yakni sebesar US$375.4 juta (26..10%). Sementara penurunan terbesar terjadi pada mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar US$146,4 juta (24.39%).

Ekspor nonmigas ke China pada bulan Februari 2014 mencapai angka terbesar, yaitu US$1.59 miliar, disusul Amerika Serikat dengan US$1.28 miliar dan Jepang sebesar US$1.15 miliar. Kontribusi ketiga negara maju itu mencapai 33.69%. Adapun ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1.37 miliar.

Secara sektoral, ekspor hasil industri periode Januari-Februari 2014 turun sebesar 0.44% dibanding periode yang sama tahun 2013. Demikian juga dengan ekspor hasil tambang dan lainnya turun 24.50% dan hasil pertanian justru naik sebesar 5.58%.

Jika dirunut berdasarkan provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada periode Januari-Desember 2013 berasal dari Kalimantan Timur dengan nilai transaksi US$31.10 miliar (17.04%), diikuti Jawa Barat sebesar US$26.38 miliar (14.45%) dan Riau sebesar U$22.61 miliar (12.39%).

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar