Sabtu, 22 Juli 2017

world-economy  World Economy

Fed Ambil Resiko Inflasi Yang Tidak Perlu

Jumat, 19 Desember 2014 23:37 WIB
Dibaca 596

Monexnews - Federal Reserve mengambil resiko inflasi yang tidak perlu sehingga menimbulkan resiko deflasi Jepang, menurut Presiden Fed of Minneapolis Narayana Kocherlakota. Kocherlakota merupakan satu dari tiga petinggi Fed yang tidak setuju dengan pernyataan FOMC bahwa Fed akan bersabar mulai normalisasi kebijakan moneter. Kocherlakota utarakan maksud bank sentral AS untuk menaikan suku bunga secara bertahap menimbulkan resiko perlambatan inflasi yang tidak perlu. 

"FOMC gagal merespon lemahnya inflasi sehingga menimbulkan resiko perlambatan inflasi dan ekspektasi inflasi seperti yang terjadi di Jepang dan Eropa," tutur Kocherlakota. Petinggi Fed tersebut mengatakan ada tiga alasan utama atas sikapnya yakni inflasi yang berada di bawah target lebih dari 30 bulan, proyeksi inflasi akan tetap berada di bawah target untuk beberapa tahun mendatang, dan kurangnya kepercayaan atas stabilitas inflasi di jangka panjang. Kocherlakota utarakan Fed seharusnya menyatakan bahwa bank sentral akan tetap mempertahankan suku bunga selama outlook inflasi jangka pendek tetap berada di bawah 2%.

Meski pidato Kocherlakota mengkritik hasil pertemuan Federal Reserve namun pernyataan Kocherlakota menegaskan bahwa Federal Reserve akan menaikan suku bunganya pada tahun 2015. Dollar AS menguat di sesi New York paska komentar Kocherlakota. Indeks Dollar AS kini diperdagangkan 89.620 setelah mencetak rekor terkuat 8 tahun 89.654 di pertengahan sesi New York. (fr)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar