Kamis, 27 Juli 2017

world-economy  World Economy

Fed Fisher: Petunjuk Kebijakan Seharusnya Fleksibel

Jumat, 4 April 2014 17:29 WIB
Dibaca 731

Monexnews - Federal Reserve seharusnya tidak terikat dengan jadwal komitmen kebijakan dan malah harus memastikan bahwa petunjuk suku bunga cukup fleksibel agar dapat merespon kondisi yang berubah-ubah, menurut salah satu petinggi the Fed di Hong Kong hari Jumat. Presiden Federal Reserve bagian Dallas Richard Fisher mengatakan ie cemas bahwa komitmen yang dapat diprediksi merupakan kebijakan yang tidak efektif karena dapat memicu kesalahpahaman dan ketidaskstabilan pada pasar.

"Saya mempertanyakan apakah kebijakan dapat menghilangkan semua ketidakpastian atau volatilitas pada pasar," menurut Fisher, anggota voting Federal Open Market Committee (FOMC), dalam pidato pada Asia Society di Hong Kong. Sensitivitas pasar terhadap perkiraan waktu dari the Fed menjadi fokus pasar bulan lalu. Bursa saham, obligasi dan mata uang terpukul oleh komentar Gubernur the Fed Janet Yellen bahwa kenaikan suku bunga dapat menyusul sekitar 6 bulan setelah bank sentral mengakhiri stimulus pembelian obligasinya, lebih cepat dari perkiraan investor.

"Hal terburuknya, saya mencemaskan bahwa komitmen waktu tersebut dapat memicu ketidakstabilan pada pasar dengan membiarkan pasar untuk berspekulasi, seiring mereka nampak untuk melakukan hal tersebut dalam beberapa kuartal kedepan," ucap Fisher. Tidak seperti pendahulunya, Ben Bernanke, Yellen telah memberikan petunjuk kebijakan pada pasar untuk mencoba membuat investor memahami arah kebijakan dan pemikiran the Fed. "Orang yang dapat lebih spesifik dalam mengaskan niat kami dan menyebarluaskan langkah kami selanjutnya dengan yakin, menurutku masih berpandangan pada mitos bahwa ekonomi adalah ilmu pasti," ucap Fisher.

Fisher mengatakan pasar dan investor seiring berusaha mencari waktu spesifik dan target dari petunjuk kebijakan, meski the Fed hanya menjelaskan pemikirannya tanpa membuat janji apapun. "FOMC mencoba untuk memastikan pemulihan dapat berlangsung lama tanpa mengakibatkan kenaikan pada inflasi dan ketidakstabilan pada pasar. Kami akan menjalankan kebijakan moneter menurut itu," ucap Fisher. "Terlepas dari cara yang mungkin akan kami sepakati pada FOMC untuk menyampaikannya atau yang akan dijelaskan oleh Yellen pada konferensi pers nanti, kami tidak dapat mengatakan yang lebih dari itu."           

The Fed saat ini memangkas program quantitative easing miliknya, dari 85 milyar dollar menjadi 55 milyar dollar per bulan, jumlah yang menurut Fisher masih “cukup tinggi.” Ia mengatakan berdasarkan dengan laju tapering saat ini, program quantitative easing dari the Fed akan berakhir di bulan Oktober.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar