Selasa, 24 Januari 2017

world-economy  World Economy

Fed Kocherlakota Cemaskan Outlook Inflasi Memburuk

Kamis, 13 November 2014 7:32 WIB
Dibaca 513

Monexnews - Salah satu petinggi Federal Reserve pada hari Rabu malam mengatakan ia mencemaskan bahwa penurunan pada ekspektasi inflasi dapat menekan turun laju inflasi AS yang sudah rendah, membuat the Fed semakin sulit untuk memulihkan perekonomian. "Ada sejumlah penurunan, menurutku secara materill, pada ekspektasi terhadap inflasi di masa mendatang," ucap Narayana Kocherlakota presiden the Fed bagian Minneapolis di Eau Claire, Wisconsin. Dengan laju inflasi yang sudah terlalu rendah, ia mengatakan, the Fed seharusnya memperpanjang program stimulus pembelian obligasinya alih-alih mengakhirinya bulan lalu. Kocherlakota menjadi satu-satunya yang menentang hasil voting pertemuan the Fed bulan Oktober lalu.

Untuk kenaikan suku bunga, hal tersebut "tidak pantas" untuk dilakukan pada tahun depan, ucapnya, mengingat outlook inflasi yang masih buruk. Pandangan tersebut kontras dengan sebagian besar petinggi the Fed, yang memperkirakan tingkat suku bunga dapat mengalami kenaikan tahun depan. The Fed telah mempertahankan tingkat suku bunga dekat nol sejak Desember 2008. Kocherlakota tidak memperkirakan laju inflasi akan kembali naik menuju targe the Fed sebesar 2% sebelum tahun 2018, dan mendesak koleganya untuk menunda kenaikan suku bunga hingga mereka optimis bahwa laju inflasi akan mencapai target dalam waktu 1-2 tahun. Sementara itu, meski saat the Fed mulai mengetatkan kebijakan, tingkat suku bunga kemungkinan hanya akan naik menuju 3.25% menurutnya, jauh di bawah level normal historikal pada 4%. Suku bunga yang lebih rendah akan memicu volatilitas lebih pada harga aset, ucapnya.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar