Sabtu, 22 Juli 2017

world-economy  World Economy

Fed's Kocherlakota Menyambut Dingin Penurunan Tingkat Pengangguran

Rabu, 9 Juli 2014 5:47 WIB
Dibaca 587

Monexnews - Salah satu petinggi paling dovish Federal Reserve pada hari Selasa menyambut baik penurunan pada tingkat pengangguran baru-baru ini namun memperingatkan bahwa pasar tenaga kerja masih berada jauh dari target bank sentral AS. Mempertahankan pandangannya bahwa kebijakan akomodatif dibutuhkan untuk lebih lama, Narayana Kocherlakota, presiden the Fed bagian Minneapolis, mengatakan petinggi bank sentral harus menelaah perubahan “sementara” pada tingkat inflasi seperti kenaikan belakangan ini. Sementara penurunan dari level tinggi resesi pada 10% menjadi 6.1% di bulan Juni “menunjukkan kemajuan yang cukup jauh, tingkat pengangguran saat ini masih berada di atas perkiraan level pengangguran jangka panjang," ucap Kocherlakota. Ia mengulangi bahwa tingkat pengangguran harus turun ke level “sedikit di atas 5%” dalam jangka panjang, dan bahwa dewan komite kebijakan the Fed masih berada jauh dari targetnya yaitu mencapai tingkat tenaga kerja maksimum yang dapat bertahan lama.

Pidato tersebut, yang sebagian besar merupakan pengulangan dari pidato di bulan Mei, menekan spekulasi pasca tingkat pertumbuhan pekerjaan yang lebih baik dari perkiraan selama beberapa bulan belakangan dan kenaikan tipis pada tingkat inflasi yang disambut baik oleh pasar. Data tenaga kerja memicu sejumlah ekonom Wall Street untuk memprediksikan the Fed akan menaikkan suku bunga lebih awal dari perkiraan sebelumnya.

Bank sentral telah mempertahankan tingkat suku bugna dekat nol selama 5-1//2 tahun dan masih membeli obligasi untuk menambah stimulus pada negara perekonomian terbesar di dunia tersebut. The Fed tidak diperkirakan untuk mulai mengetatkan kebijakan pada tahun depan, mengingat pola pertumbuhan yang tidak menentu dan inflasi yang masih berada di bawah target 2%. Meski demikian, dalam waktu 12 bulan hingga bulan Mei, indeks harga personal consumption expenditures (PCE) naik sebanyak 1.8%, kenaikan terbesar sejak Oktober 2012, dan menyusul kenaikan sebesar 1.6% di bulan April. “Saat ini saya memperkirakan peluang inflasi akan mencapai rata-rata lebih dari 2% dalam waktu 4 tahun kedepan jauh lebih rendah jika dibandingkan peluang tingkat inflasi mencapai tingkat rata-rata kurang dari 2% dalam 4 tahun kedepan," ucap Kocherlakota.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar