Sabtu, 27 Mei 2017

world-economy  World Economy

Fed's Plosser Cemaskan Konsekuensi QE

Kamis, 6 Maret 2014 16:41 WIB
Dibaca 512

Monexnews - Presiden Federal Reserve bagian Philadelphia Charles Plosser “sangat cemas” terhadap potensi konsekuensi yang tidak diinginkan dari program quantitative easing milik the Fed. Plosser mengatakan bahwa AS masih menderita akibat “dampak jangka panjang” dari resesi dan “mungkin tidak akan kembali” ke laju perutmbuhan sebelum resesi – dan memperingatkan bahwa kebijakan sehrusnya tidak bertujuan unutk mengembalikan tingkat pertumbuhan ke level sebelumnya, mengatkan bahwa hal tersebut dapat memakan waktu “bertahun-tahun lamanya”.

Dengan gross domestic product bertumbuh pada laju tahunan 2.4%, menurut Dep.Perdagangan hari Jumat lalu, Plosser mengatakan bahwa AS “cukup dekat” dengan laju pertumbuhan yang stabil dan mungkin tidak dapat kembali ke level sebelumnya. Plosser, yang dikenal hawkish diantara anggota Federal Open Market Committee, menunjukkan kecemasna mengenai penarikan program pembelian aset bank sentral. The Fed telah melalui 3 tahap quantitative easing (QE) sejak krisis keuangan tahun 2008 dalam usaha untuk meningkatkan likuiditas dan menstimulasi pinjaman. Pembelian obligais senilai 85 milyar dollar tahun lalu telah dipangkas pada beberapa pertemuan kebijakan belakangan ini, dengan sisa 65 milyar dollar per bulan seiring the Fed melangkah untuk keluar dari kebijakan. 

"Saya sangat cemas mengenai potensi konsekuensi yang tidak diinginkan terhadap semua aksi ini. Dan sangat sulit bagi kami untuk mengetahui hal tersebut, karena kami belum mencoba ini sebelumnya," ucap Plosser, menambahkan bahwa menghentikan likuiditas tambahan pada perekonomian global akan “sangat sulit”. "Terkadang jika kita tidak memiliki rencana B, berarti kita tidak mempunyai rencana," ia memperingatkan.

Bank sentral di seluruh dunia telah mengikuti langkah the Fed dengan mengalirkan lebih banyak uang tunai ke dalam sistem keuangan, dengan Bank of England dan Bank of Japan keduanya meluncurkan QE dengan tingkat suku bunga di rekor rendah. Plosser mengatakan ada banyak tekanan pada bank sentral di seluruh dunia dan ekspektasi apa yang dapat dilakukan oleh bank sentral telah meningkat “terlalu tinggi.” 

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar