Sabtu, 29 Juli 2017

world-economy  World Economy

Fokus Investor Asia Mulai Beralih ke Fundamental

Selasa, 24 Juni 2014 13:56 WIB
Dibaca 410

Monexnews - 

Sikap lesu yang ditunjukkan oleh sebagian besar bursa Asia akhirnya berangsur pulih dengan mencatat gain yang datar setelah sesi rehat siang di hari Selasa (24/6).

Bursa Tokyo yang semula merosot 0,6% pada sesi pagi, akhirnya dapat menguat 0,1% menjelang penutupan perdagangan. Namun, perdagangan di Jepang terlihat masih waspada karena investor menantikan pernyataan Perdana Menteri Shinzo Abe yang akan berbicara mengenai rencana reformasi ekonomi. Strategi ekonomi tersebut populer disebut sebagai "panah ketiga" dari kebijakan ekonomi pemerintah. Panah sebelumnya adalah stimulus fiskal dan pelonggaran moneter.

Sementara di Hong Kong, indeks utama Hang Seng berhasil meluaskan gain dari 0,3% saat pembukaan, menjadi kini menguat sebesar 0,5%. Dan indeks utama Kospi (KS11) akhirnya juga ditutup menguat dengan lonjakan hingga +0.98% atau sebanyak +19.43 poin pada kisaran 1994.35.

Secara umum optimisme pasar Asia diperkirakan bisa pulih kembali seiring sentimen investor mulai positif setelah di awal pekan ini China merilis data ekonomi yang di luar perkiraan naik di atas ekspektasi. Indeks bursa Asia juga akan tertopang oleh kinerja Wall Street yang terus mencatat rekor tertinggi serta pernyataan positif dari Pimpinan the Fed, Janet Yellen pekan lalu yang kembali menegaskan bahwa kebijakan moneter akan tetap akomodatif dengan mempertahankan suku bunga rendah untuk jangka waktu yang lama.

Sementara di Jepang, kinerja nilai tukar yen masih menjadi acuan bagi investor dalam menentukan transaksi di lantai bursa. Sedangkan investor nampak akan waspada menjelang dirilisnya sederet data ekonomi Jepang yang dikhawatirkan menunjukkan aktivitas perekonomian yang lemah di kuartal II.

Pada hari Jumat, Jepang sedianya akan merilis tenaga kerja, inflasi harga konsumen (CPI), belanja rumah tangga dan penjualan ritel untuk bulan Mei. Dan minggu ini PM Shinzo Abe sedianya akan kembali mengumumkan langkah-langkah reformasi yang merupakan bagian dari program ‘panah ke-3’ miliknya.

Di saat yang sama Korea Selatan juga akan merilis data current account, industrial output dan service output termasuk aktivitas manufaktur dari bank sentral. Data tersebut akan menjadi katalis investor apakah perekonomian negeri gingseng ini dapat melanjutkan fase ekspansi atau tidak.  

 

 

(Daru Wibisono)

 

 

 

 

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar