Rabu, 18 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Fonterra Recall Produk Mengandung Bakteri

Selasa, 14 Januari 2014 14:37 WIB
Dibaca 920

Monexnews - Fonterra Cooperative Group Ltd. hari ini mengumumkan temuan akan adanya bakteri E. coli dalam beberapa produk susu segar yang didistribusikan ke wilayah bagian Utara Selandia Baru. Produsen susu terbesar dunia ini segera menarik produknya guna melindungi konsumen domestik. 

"Kami bisa pastikan itu (kandungan bakteri) setelah hasil uji diterima beebrapa waktu lalu," ujar juru bicara perusahaan. Kontaminasi bakteri berasal dari peternakan Takanini di wilayah Auckland dan penyelidikan masih berlangsung.

Pada hari Senin kemarin, Fonterra menyatakan bahwa anak usahanya yaitu Fonterra Brands NZ, secara sukarela menarik 300 mililiter dan 500 mililiter botol krim susu berlabel Anchor dan Pams dengan masa kadaluarsa 21 Jan., 2014 dari wilayah distribusi Northland sampai Turangi akibat adanya temuan bakteri E. coli. Walaupun sebagian besar bakteri ini tidak meracuni pengguna, namun bagi beberapa orang efeknya kontaminasinya bisa menyebabkan diare, infeksi kencing hingga gejala infeksi lainnya.

Kabar recall yang dilakukan oleh Fonterra makin memperpanjang daftar kasus yang dialaminya dalam satu tahun terakhir. Pada bulan Agustus 2013, beredar kabar ditemukannya kandungan bakteri dalam produk buatan Fonterra Group. Beberapa produk dari perusahaan asal New Zealand yang diekspor ke China ini terbukti mengandung bakteri yang bisa menyebabkan keracunan.

Fonterra merupakan penyedia produk turunan susu terbesar dunia. Perusahaan ini memiliki pangsa pasar nyaris mencapai seluruh penjuru benua, dengan produk andalan berupa susu formula dan minuman kemasan. Pihak direksi Agustus lalu mengakui bahwa tiga jenis zat protein dalam produknya positif mengandung bakteri Clostridium yang rentan memicu keracunan bagi konsumennya. Sebagai penyuplai bahan dasar susu bagi banyak perusahaan, Fonterra mengirimkan susu alami ke pihak produsen berbagai produk turunan seperti yoghurt dan minuman ringan. Oleh karena itu, perseroan mengantisipasi adanya permintaan dari mitra dagang mereka untuk menarik kembali bahan dasar susu yang sudah dikirimkan.

Pemerintah China sudah resmi menghentikan seluruh ekspor produk susu dari New Zealand dan Australia demi melindungi warganya dari ancaman bakteri. Eskalasi isu bakteri protein dalam produk Fonterra berbalik menjadi sentimen besar di pasar keuangan Agustus lalu. Nilai tukar Dollar New Zealand melemah drastis sejak berita itu pertama kali mencuat karena peran Fonterra sebagai parameter ekonomi nasional memang cukup besar. Selain membuka ribuan tenaga kerja di banyak negara, perseroan adalah motor penggerak sektor produksi susu, yang berkontribusi sebanyak 3% terhadap total GDP New Zealand. Khusus untuk produk yang diduga mengandung bakteri, beberapa negara selain China memang sudah lama menjadi pelanggan setia yakni Australia, Malaysia, Arab Saudi, Thailand dan Vietnam.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar