Minggu, 26 Maret 2017

world-economy  World Economy

Franc Persulit Eksportir Swiss

Rabu, 13 Agustus 2014 10:52 WIB
Dibaca 398

Monexnews - Tangguhnya nilai tukar franc telah mempersulit ekportir Swiss. Pelemahan mata uang negara berkembang terhadap franc telah membuat produk buatan Swiss kurang kompetitif di pasar internasional. Di lain pihak, biaya operasional di Swiss terus meningkat. "Nilai tukar franc sekarang tidak dapat diterima untuk jangka menengah ataupun jangka panjang," tutur CEO Swatch Group, Nick Hayek. "Kita harus melakukan sesuatu dan bukan hanya menerima keadaan begitu saja."

Franc hampir mendekati nilai paritas terhadap euro pada tahun 2011 setelah keterpurukan ekonomi zona-euro memicu aliran dana ke Swiss. SNB telah memberlakukan batas minimum nilai tukar EURCHF di 1.20 dalam 3 tahun terakhir namun franc masih tetap menguat terhadap mata uang lainnya. Franc bahkan telah menguat 13,6% terhadap Rupiah Indonesia dan 12,5% terhadap Lira Turki dalam 12 bulan terakhir.

Nilai tukar Franc telah mengurangi hasil penjualan produk perusahaan Swiss seperti Holcim, Roche, dan Nestle ketika dikonversi ke dalam franc. "Kami cemas jika kondisinya berlanjut," ujar Rudolf Minsch, ekonom di asosiasi pebisnis Swiss Economiesuisse. "Kuatnya nilai tukar franc terhadap negara berkembang cukup membebani marjin laba perusahaan Swiss."  (fr)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar