Rabu, 25 Januari 2017

breaking-news Keputusan Mahkamah Agung Inggris: proses formal Brexit harus melalui persetujuan parlemen.

world-economy  World Economy

Gedung Putih Jagokan Summers sebagai Suksesor Bernanke

Selasa, 27 Agustus 2013 11:33 WIB
Dibaca 551

Monexnews - Kompetisi menuju kursi Federal Reserve-1 semakin panas. Walaupun Janet Yellen sudah sejak lama difavoritkan menjadi suksesor Ben S. Bernanke, jalannya dipastikan tidak akan mudah. Nama Lawrence Summers justru muncul sebagai kuda hitam yang sewaktu-waktu dapat membuyarkan ekspektasi pelaku pasar.

Jabatan kepala Bank Sentral Amerika Serikat mungkin adalah profesi dan posisi paling bergengsi di seluruh dunia. Setiap kebijakan yang diambil oleh Federal Reserve dipastikan berdampak luas tidak hanya bagi pelaku ekonomi di negeri Paman Sam namun juga untuk masyarakat lintas benua. Menjelang berakhirnya masa jabatan Ben S. Bernanke awal tahun depan, dua nama kandidat penggantinya semakin mengemuka. Selain deputi Fed, Janet Yellen, sosok Lawrence Summers konon diusung oleh pemerintah untuk merebut posisi panglima tertinggi bank sentral.

Sejak awal tahun ini, kolom berita dan media di Amerika mengapungkan nama Yellen sebagai kandidat serius menuju kursi The Fed-1. Anggota dewan kebijakan bank sentral ini dipandang sebagai sosok ideal, dengan visi dan misi yang nyaris serupa dengan seniornya. Kalaupun ada hal yang bisa mengganjal lajunya maka bisa jadi soal gender. Ya, dalam sejarah the Fed yang sudah berjalan selama 100 tahun, tidak pernah sekalipun figur wanita menjabat sebagai pimpinan tertinggi.

Dari 12 anggota komite pengambil keputusan the Fed, 4 di antaranya adalah seorang wanita. Mereka adalah perwakilan dari sektor profesi yang berbeda dalam sistem ekonomi Amerika. Menurut American Economic Association, sepertiga warga Amerika yang mengantungi gelar Ph.D di bidang ekonomi adalah kaum hawa. Namun jarang sekali dari mereka yang dipercaya mengisi kursi-kursi strategis, baik di pemerintahan maupun korporasi. Ketika ditanya soal minimnya kesempatan bagi wanita dalam jenjang institusi, Yellen mengatakan bahwa fenomena itu bisa saja segera berakhir. "Peluang (bagi wanita) terus bertambah dan mungkin sekarang waktunya kami membuat perbedaan," ujar Yellen dalam sebuah wawancara.

Akan tetapi ambisi Yellen juga bisa terganjal oleh faktor lain seperti dukungan pemerintah terhadap calon lainnya. Sebuah sumber dekat pemerintahan Barack Obama pekan ini menyatakan kepada CNBC bahwa Gedung Putih justru menjagokan Larry Summers sebagai pengganti Bernanke tahun depan. Mantan menteri keuangan Amerika ini merupakan figur yang tidak asing lagi di pemerintahan. Ia adalah salah satu orang yang sukses mendalangi berbagai kebijakan ekonomi Amerika di era global. Seperti Yellen dengan isu gendernya, selalu ada respon negatif dari pengamat dan analis menyangkut elektabilitas seorang kandidat. Dalam hal ini, kedekatan Summers dengan pelaku pasar keuangan di Wall Street berpotensi menjegal langkahnya. Sebagian orang dekat Obama dilaporkan takut kalau nantinya kebijakan bank sentral disetir oleh kepentingan pasar modal.

Larry Summers memang tidak hadir dalam pertemuan terakhir the Fed di Jackson Hole, Wyoming. Akan tetapi namanya kerap diperbincangkan oleh orang-orang yang hadir di sana, terutama karena periode pemerintahan Bernanke makin mendekati akhir. Dinamika kontestasi Federal Reserve kian meramaikan rumor-rumor yang beredar di pasar, tentunya selain berita utama tentang wacana pengurangan stimulus moneter. Jika mengacu pada pemberitaan berbagai media di Amerika, bisa disimpulkan bahwa Larry Summers adalah jagoan Gedung Putih untuk menduduki posisi chairman di bank sentral. Namun Tidak bisa dipungkiri bahwa Janet Yellen sudah memulai start-nya lebih awal dengan bekerja baik di bawah komando Bernanke. Pihak administrasi Obama belum berkomentar tentang berita yang beredar di media, terkait dukungan terhadap dua calon petinggi bank sentral. 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar