Selasa, 12 Desember 2017

world-economy  World Economy

Gedung Putih Larang Bos-bos Perusahaan Penuhi Undangan Rusia

Senin, 5 Mei 2014 13:08 WIB
Dibaca 729

Monexnews - Seharusnya sekitar 100 Chief Executive Officer (CEO) perusahaan-perusahaan besar di dunia akan datang ke Rusia bulan ini untuk mengikuti forum bisnis tahunan. Namun di tengah konflik antara blok barat dan Moskow, kemungkinan hanya sebagian di antara mereka yang masih mau datang.

Presiden Vladimir Putin dijadwalkan menyambut peserta International Economic Forum (SPIEF) di St.Petersburg pada tanggal 22 Mei mendatang. Bos-bos perusahaan asal Eropa dan Amerika biasanya memenuhi undangan event, yang prestis-nya disebut-sebut setara dengan pertemuan tingkat tinggi Davos, Swiss. SPIEF kerap menjadi forum bagi para CEO dan pelaku bisnis papan atas untuk menjalin relasi dan membahas permasalahan yang sedang dihadapi. Namun gereget-nya dipastikan berbeda untuk gelaran tahun ini.

Gedung Putih melarang CEO perusahaan-perusahaan Amerika untuk datang ke St.Petersburg. Pemerintah menilai pelaku bisnis tidak sepatutnya memenuhi undangan pihak Moskow di tengah isu ketegangan politik Ukraina. "Kepergian petinggi perusahaan ke Rusia akan memberi kesan kalau kita merestui tindakan mereka (terhadap kedaulatan Ukraina)," ujar Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat kepada pihak media.

Walaupun berat, beberapa perusahaan sudah memastikan mereka mau menuruti perintah Gedung Putih. Dengan berbagai alasan, perusahaan-perusahaan Amerika menyatakan bos-bosnya tidak akan datang dan posisinya akan diganti oleh utusan dari jajaran direksi, yang posisinya lebih rendah. CEO General Electric, Jeff Immelt, dipastikan tidak akan datang dengan alasan jadwalnya bentrok dengan agenda pidato bisnis di Florida. Sementara Michael Corbat, CEO Citigroup, juga tidak hadir dan posisinya digantikan dengan eksekutif lain. Klaus Kleinfeld dari Alcoa akan mangkir dari event tersebut meskipun perusahaannya tetap berpartisipasi dalam acara. "Sesuai dengan permintaan pemerintah, Alcoa menyesuaikan kehadiran perusahaan dengan mengirimkan salah satu eksekutif senior," ujar juru bicara Monica Orbe.

Menurut daftar tamu di situs resmi SPIEF, beberapa figur penting yang dikabarkan tetap hadir antara lain CEO Goldman Sachs dan Morgan Stanley. Namun khusus bagi Goldman, sumber dalam perusahaan menyebut kehadiran bos besar Lloyd Blankfein juga diragukan.

Pihak Rusia sangat menyesalkan rekomendasi Gedung Putih tentang kehadiran CEO Amerika di SPIEF. Pihak organizer menilai pemerintah seharusnya bisa membedakan mana kepentingan politik dan urusan bisnis. "Kami sangat menyesalkan tekanan pemerintah Amerika terhadap perusahaan di sana," ujar Sergey Belyakov, Wakil Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia. Pihak panitia kini hanya bisa berharap agar CEO dari negara-negara Eropa juga tidak dilarang hadir ke St.Petersburg.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar