Rabu, 18 Januari 2017

world-economy World Economy

Genjot Proyek, China Perlonggar Aturan Soal Penerbitan Obligasi

Kamis, 9 April 2015 13:14 WIB
Dibaca 2438

Monexnews - Pemerintah China kembali aktif mengeluarkan kebijakan pro-ekonomi di awal tahun 2015. Kamis ini, otoritas Tiongkok memperlonggar aturan soal penerbitan obligasi bagi perusahaan-perusahaan yang membutuhkan modal untuk investasi. 

Pemerintah memberi kemudahan izin penerbitan obligasi hutang bagi perusahaan yang mau melaksanakan proyek pembangunan infrastruktur, pengembangan teknologi baru dan yang terkait dengan fasilitas bagi warga lanjut usia. Pelaku bisnis yang berencana untuk investasi pada 3 bidang tersebut akan mendapat keringanan dalam hal perizinan.

Perusahaan-perusahaan di 3 sektor terkait akan mendapat kemudahan syarat-syarat dan bisa menargetkan raupan dana lebih besar dari penjualan obligasi karena pemerintah menaikkan batasan dana maksimal terhadap total kebutuhan investasi proyek. Kepastian tersebut dilampirkan dalam rilis National Development and Reform Commission hari ini.

Bahkan perusahaan yang berniat memulai proyek yang terkait dengan pemberdayaan warga lanjut usia dapat menggalang dana hingga 70% dari total modal yang diperlukannya. Sebelumnya dana maksimal yang boleh diperoleh dari pasar obligasi hanya 60% dari nilai total proyek. Perusahaan juga dipersilakan memakai maksimal 50% dari dana hasil penerbitan obligasi untuk membayar bunga pinjaman bank dan menutup beban operasional. Fasilitas itu tadinya tidak terdapat dalam aturan sebelumnya.

Sementara untuk pengembangan teknologi baru, proyek baru harus terkait dengan perlindungan lingkungan, konsep teknologi informasi baru, bioteknologi, bahan baku baru dan kendaraan ramah berbahanbakar non-migas. Penerbitan obligasi untuk proyek pembangunan lahan parkir juga diperkenankan. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar