Rabu, 18 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Gerus Defisit, Polandia Pangkas Anggaran

Jumat, 7 Juni 2013 13:00 WIB
Dibaca 384

Monexnews - Instabilitas neraca keuangan dialami oleh banyak negara, terutama di wilayah Eropa. Polandia menjadi negara terbaru yang berencana memperketat belanja karena jumlah pemasukan terus berkurang.

Laju pertumbuhan ekonomi Polandia di kuartal I merupakan yang paling lambat sejak triwulan perdana 2001. Tidak heran jika beban anggaran membengkak sehingga pemerintah harus menghemat dana. Komisi Eropa memberikan negara ini periode 2 tahun untuk menurunkan rasio defisit terhadap GDP dari 3.9% menjadi maksimal 3%, sesuai aturan Eropa. "Perpanjangan waktu selama dua tahun sangat membantu kami untuk mencapai target defisit," ujar Perdana Menteri Donald Tusk di Warsawa. Ia mengeluhkan minimnya pemasukan negara sebagai pemicu terlambatnya pencapaian target defisit sehingga mau tidak mau pemerintah harus mengurangi belanja. "Jalan terbaik menurut saya adalah pengetatan, karena opsi itu yang tersedia tanpa harus menaikkan pajak," tambahnya.

GDP Polandia hanya tumbuh 0.4% di kuartal I dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada hari Rabu, bank sentralnya memangkas suku bunga acuan ke rekor rendah 2.75% dari 3%. Penurunan aktivitas ekonomi berimbas pada lonjakan angka pengangguran ke level 14%. Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pertumbuhan Polandia hanya mencapai 1.3% di tahun 2013 atau turun dibandingkan growth tahun lalu yang sebesar 2%. Pada tahun 2010 dan 2011, perekonomian Polandia cukup bagus dengan rasio pertumbuhan 2.9% dan 4.4%.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar