Selasa, 23 Mei 2017

breaking-news Ifo: Indeks Iklim Bisnis Jerman naik ke 114.6 di Mei dari 112.9 di April, estimasi 113.1.

world-economy  World Economy

Goldman: Mata Uang Eropa Menarik

Kamis, 24 Oktober 2013 17:38 WIB
Dibaca 1009

Monexnews - Mata uang Eropa, termasuk sterling dan euro, menawarkan kesempatan yang paling baik pada pasar mata uang asing hingga akhir tahun mengingat ekspektasi meningkatnya tingkat pertumbuhan, ucap Goldman Sachs. “Kemajuan pada tingkat pertumbuhan terjadi secara luas dan kami memperkirakan gross domestic product akan stabil di Perancis, italia dan Spanyol hingga akhir tahun 2013. Kami terus melihat kondisi keuangan yang longgar akan mendukung tingkat permintaan domestik dan membaiknya tingkat pertumbuhan global akan mendukung sektor ekspor secara luas," ucapnya.

"Mengingat zona euro sedang berusaha pulih pasca krisis, kemungkinan akan ada lebih banyak revisi naik pada pertumbuhan dan akan menimbulkan banyaknya arus modal yang masuk. Aliran diversifiaksi cadangan mata uang jika berpotensi untuk memperkuat trend tersebut," menurut Goldman. Goldman memperkirakan euro akan mencapai level $1.40 dalam sekitar 6 bulan, dibandingkan dengan level saat ini di sekitar $1.38, sembari memperkirakan sterling akan mencapai level sekitar $1.69, dibandingkan level di sekitar $1.62 saat ini. Terhadap fran Swiss, Goldman memperkirakan euro akan mencapai level $1.28 dalam 6 bulan, dibandingkan dengan sekitar $1.23 saat ini.

Sementara tingkat pertumbuhan AS telah bertambah cepat, hal itu masih belum memicu penguatan dollar AS, seiring mata uang didera oleh aksi jual terbesar setidaknys sejak tahun 1995, menurut Goldman. "Saat melihat arah arus protofolio, Eropa adalah yang paling diuntungkan, yang mana konsisten dengan revisi naik pada perkiraan tingkat pertumbuha di Inggris dan zona euro," ucapnya. "Neraca berjalan juga masih mencetak surplus yang besar," ucap Goldman.

Sebagai tambahan, shutdown pada pemerintahan di AS telah melukai status dollar sebagai cadangan mata uang, menurut Goldman. Pada tahun 2009, bank sentral di Brasil, Rusia, India dan China, atau BRIC, pasar telah mulai mengurangi alokasi mereka pada dollar AS dan mendiversifikasikan pada euro, dollar Australia dan dollar Kanada, namun langkah tersebut terhenti oleh krisis zona euro. Saat ini mungkin waktunya untuk kembali menghidupkan rencana tahun 2009 dan menjual dollar AS untuk euro pada saat outlook zona euro membaik," ucapnya.

Ketegangan politik di kawasan Eropa juga telah mereda seiring permasalahan seperti krisis perbankan Siprus dan pemilu Italia telah membuka jalan bagi stabilitas, sementara kemajuan pada reformasi structural, seperti penggabungan perbankan Eropa, telah membatu membangun kembali tingkat kepercayaan pasar, ucapnya. Pada bursa salam, Goldman netral terhadap Eropa dalam waktu 3 bulan kedepan, namun memberikan status overweight pada jangka waktu 12 bulan.

"Resiko di Eropa saat ini nampak lebih kecil, namun pasar juga telah berperforma buruk dalam beberapa bulan lalu dan resiko di AS juga telah berkurang," menurut Goldman, namun menambahkan bahwa bursa saham Eropa masih “sangat menarik” dalam 12 bulan kedepan.  "Margin telah mengalami penurunan musiman yang signifikan, namun mulai berekspansi dalam basis tahunan pada musim earings kuartal kedua. Dari sini, kami memperkirakan adanya lonjakan margin untuk memicu tingkat pertumbuhan earnings dan performa. "

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `