Rabu, 26 Juli 2017

world-economy  World Economy

Gubernur BOE Kecam Maraknya Skandal di Pasar Uang

Rabu, 28 Mei 2014 15:41 WIB
Dibaca 726

Monexnews - Pejabat tinggi lembaga moneter mulai gerah dengan aktivitas pelaku perbankan yang kerap menyimpang dari aturan. Walaupun sudah sempat mengalami krisis, tabiat buruk pebisnis di sektor keuangan belum juga berubah.

Gubernur Bank Sentral Inggris (BOE), Mark Carney, menyerukan agar pelaku industri keuangan mengubah perilakunya secara radikal. Pemimpin otoritas moneter Inggris ini khawatir upaya penertiban pasar oleh pemerintah menjadi percuma apabila bank-bank dan bankir yang bekerja di dalamnya enggan mematuhi aturan.

Dalam pidatonya di Capitalism Conference, London beberapa saat lalu, Carney mengecam terjadinya berbagai skandal yang terjadi di sektor finansial. "Aksi memalukan di pasar mata uang dan komoditi menunjukkan bahwa harus ada perubahan," tegasnya. Berbicara atas nama bank sentral, Carney meminta bank-bank untuk menciptakan iklim transaksi yang kondusif. Terlebih lagi, sebagian besar bank raksasa di Eropa dan Inggris pernah menikmati uang rakyat melalui paket bail out semasa krisis dulu. Ia juga menyesalkan keterlibatan stafnya dalam aksi skandal valuta bulan Maret lalu dan bertekad menyelidiki kasus ini dengan menyewa firma hukum dari luar.

Beberapa saat sebelumnya dalam event yang sama, Kepala Dana Moneter Internasional (IMF), Christine Lagarde memaparkan opini serupa perihal perilaku bank-bank. Menurutnya, masalah terbesar yang dihadapi oleh pengawas pasar keuangan Eropa sekarang ini adalah soal disiplin aturan. Banyak sekali bankir dan pelaku industri yang mengabaikan hukum demi keuntungannya sendiri. "Enam tahun sejak melewati krisis finansial, bank-bank masih menolak reformasi dan hanya fokus pada keuntungannya sendiri," kritik Lagarde. Secara garis besar ia menilai perilaku industri sama sekali belum berubah walaupun pernah mengalami krisis besar.

"Pelaku perbankan lebih mengutamakan profit jangka pendek ketimbang konsistensi bisnis jangka panjang," kecam bos IMF asal Prancis ini. Hal itu tercermin dari banyaknya perusahaan besar yang terlibat skandal manipulasi nilai tukar, pencucian uang hingga trading ilegal. Krisis yang disebabkan oleh budaya buruk para bankir sejauh ini telah memakan subsidi sekitar $70 miliar di Amerika Serikat dan $300 miliar di zona Euro.

Sebagai lembaga, IMF menyebut kemajuan reformasi sistem perbankan masih sangat jauh dari harapan. "Jalannya sangat lambat dan target masih sangat jauh. Kita harus bisa lebih mengawasi prosesnya," demikian Lagarde memandang kondisi terkini. Sampai sekarang, sebanyak delapan perusahaan finansial sudah dijatuhi denda miliaran Dollar dan 30 orang trader sudah dipecat karena terbukti mengutak-atik arah suku bunga referensi antar bank. Sementara menurut taksiran media, total transaksi bawah tangan atau di luar regulasi pasar uang setiap harinya bisa mencapai angka $5.3 triliun. 

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar