Jumat, 15 Desember 2017

world-economy  World Economy

Gubernur BOJ Klaim Perekonomian Berada di Jalur yang Benar

Jumat, 1 Agustus 2014 13:47 WIB
Dibaca 530

Monexnews - Friksi antar anggota dewan bank sentral Jepang semakin meruncing dalam beberapa pekan terakhir. Meski beberapa koleganya meragukan trend pertumbuhan ekonomi domestik, Gubernur Haruhiko Kuroda bersikukuh strategi moneternya berjalan lancar.

Hari ini gubernur Bank of Japan, Haruhiko Kuroda, kembali mengutarakan keyakinannya terhadap prospek ekonomi Jepang dan efektivitas kebijakan pemerintah. Sikapnya tersebut berlawanan dengan opini beberapa pejabat bank sentral sejawat, yang justru mengklaim kinerja ekspor dan tingkat konsumsi tidak kunjung membaik.  

Dalam pernyataan resminya, Kuroda memang mengakui kalau penjualan beberapa jenis produk akan menurun karena terpengaruh oleh kenaikan pajak penjualan di bulan April lalu. Namun ia juga yakin kalau efek kenaikan pajak tidak akan terlihat lagi di musim panas berkat perluasan lapangan kerja dan kenaikan upah. Sehingga pada akhirnya laju inflasi akan bergerak sesuai angka yang diharapkan dan daya beli konsumen kembali pulih. "Siklus antara produksi, pendapatan dan belanja warga sudah diperhitungkan sebelumnya," ujar Kuroda kepada awak media. Ia juga berjanji kalau bank sentral selalu siap merilis kebijakan baru apabila kondisi ekonomi memburuk.

Optimisme Kuroda bertentangan dengan sikap yang diperlihatkan oleh koleganya, Takahide Kiuchi, yang meyakini kalau perekonomian Jepang dalam ancaman. Kemarin Kiuchi memperingatkan pelaku bisnis untuk terus mengamati apa yang terjadi di China dan mengawasi kinerja ekspor Jepang. Ia tidak yakin kalau target inflasi yang ditetapkan oleh pemerintah bisa tercapai sesuai rencana.

Kinerja ekspor negara Jepang masih mengecewakan sampai dengan akhir semester pertama 2014. Sektor otomotif yang selama ini menjadi pos pemasukan andalan justru melemah meski kondisi perekonomian di luar negeri semakin membaik.  

Menurut laporan pemerintah kemarin, ekspor mobil, bus dan truk buatan Jepang turun 4.0% pada bulan Juni lalu dibandingkan periode yang sama tahun 2013. Penurunan ekspor otomotif di bulan Juni tersebut merupakan penurunan ke-7 secara berturut-turut. Menurut Asosiasi Produsen Otomotif Jepang dalam laporannya beberapa saat lalu, volume ekspor kendaraan adalah sebesar 390,915 unit atau turun dari catatan bulan Juni 2013 yang mencapai 407,317 unit.

Sementara defisit bulanan telah mencapai rekor tertinggi dalam dua tahun terakhir seiring penurunan ekspor dan lonjakan impor barang. Defisit perdagangan Jepang mencapai 822.2 miliar Yen atau $8.1 Miliar di bulan Juni atau jauh di atas estimasi defisit hasil survei Wall Street Journal dan Nikkei yang muncul di angka 684.7 miliar Yen. Gap defisit tercipta karena volume ekspor jatuh 2.0% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Sementara jumlah impor justru naik 8.4%, sekaligus memastikan Jepang mengalami defisit terpanjang dalam sejarah dengan total periode mencapai 24 bulan.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar