Kamis, 30 Maret 2017

world-economy  World Economy

Gubernur BOJ: Pembelian Aset Bisa Berlangsung Lebih Lama

Jumat, 12 April 2013 12:43 WIB
Dibaca 794

Monexnews - Gubernur Bank of Japan beberapa saat lalu membuka kemungkinan untuk memperpanjang masa berlaku program pembelian aset hingga di atas dua tahun. Tidak hanya itu, otoritas juga siap merilis varian stimulus lainnya apabila memang diperlukan.

"Belum waktunya mengatakan bahwa pelonggaran moneter hanya akan berlangsung dua tahun," ujar Haruhiko kuroda dalam sebuah pidato di Tokyo. Ia menekankan bahwa pihaknya siap memperpanjang masa berlaku program pembelian aset sampai 'kapanpun' jika memang harus. Kuroda mengakui pembelian aset secara besar-besaran akan mengganggu stabilitas pasar surat hutang namun pihaknya berupaya meminimalisasi dampak negatif lebih lanjut.

Awal pekan ini, operasi pembelian obligasi bank sentral Jepang berjalan lancar. Perusahaan-perusahaan investasi bersedia melepas surat hutang bertenor antara 5 sampai 10 tahun kepada pemerintah dengan nilai total mencapai 2,05 triliun Yen atau setara $20,8 miliar. Jumlah tersebut dua kali lipat lebih banyak dari target pembelian bank sentral yang 'hanya' 1 triliun Yen.

Sementara itu untuk obligasi pemerintah dengan tenor di atas 10 tahun, total penawaran yang diajukan oleh investor-investor swasta mencapai 633,7 miliar Yen atau tiga kali lipat lebih besar dibanding porsi pembelian BOJ yang sebesar 200 miliar Yen.

Aksi pembelian obligasi hari ini merupakan yang pertama kali sejak otoritas moneter Jepang mengumumkan program agresif untuk mencapai target inflasi 2% pada pekan lalu. Untuk kali pertama pula, BOJ membeli obligasi dengan maturitas di atas 3 tahun dengan tujuan untuk memompa dana ke sistem keuangan. Imbal hasil atau yield obligasi pemeirntah tenor 10 tahun turun hingga 0,440% dari 0,490%. Gubernur Haruhiko Kuroda telah memerintahkan pihaknya membeli seluruh obligasi dengan maturitas bervariasi senilai total 6,2 triliun, termasuk surat hutang jangka pendek (floating rate). Sebanyak lima operasi beli siap dilakukan untuk menunaikan amanat itu.

Pada pernyataan resmi pekan lalu, bank sentral menyatakan rencana penambahan kepemilikian obligasi jangka panjang. Dalam dua tahun ke depan, porsi penguasaan obligasi pemerintah diharapkan meningkat dari 89 triliun Yen menjadi 190 triliun Yen.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar