Minggu, 17 Desember 2017

world-economy  World Economy

Gubernur BOJ Was-was terhadap Efek Negatif Shutdown

Jumat, 4 Oktober 2013 14:33 WIB
Dibaca 718

Monexnews - Otoritas moneter Jepang menaruh perhatian besar terhadap masalah anggaran di Amerika Serikat. Bank of Japan menilai isu plafon hutang dan penghentian aktivitas operasional pemeirntah Washington berdampak negatif bagi perekonomi negeri sakura.

Hari ini Gubernur BOJ menyerukan adanya solusi cepat terkait shutdown pemerintah Amerika. Haruhiko Kuroda cemas kalau deadlock negosiasi antara kongres dan Barack obama akan mempengaruhi laju pemulihan ekonomi dunia. "Jika kondisi terus begini, yang terimbas bukan hanya Amerika tetapi juga seluruh dunia," ujarnya dalam konferensi pers pasca pertemuan rutin BOJ. Sebagai salah satu mitra ekspor terbesar, Amerika memang berperan penting bagi pelaku bisnis Jepang.

Bank of Japan (BOJ) pagi ini mempertahankan kebijakan moneter dan penilaian ekonominya. Otoritas memang diprediksi tidak berbuat banyak pada rapat bulan ini karena situasi makroekonomi diliputi ketidakpastian. Sembilan anggota dewan kebijakan secara mutlak memutuskan untuk menjaga porsi stimulus pada angka 60 triliun-70 triliun Yen per tahun. Di saat yang sama bank sentral juga meng-upgrade penilaiannya terhadap belanja perusahaan dan menjaga proyeksi ekonomi dengan menambahkan ungkapan "pulih secara moderat".

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar