Sabtu, 21 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

world-economy  World Economy

Hacker Rusia Serang Sistem Perusahaan Migas Amerika

Kamis, 3 Juli 2014 11:38 WIB
Dibaca 1311

Monexnews - Perang dingin yang terjadi antara Amerika Serikat dan Rusia di era 90-an ternyata belum benar-benar berakhir sampai dengan sekarang. Kalau dulu pertentangan kedua negara hanya berputar di ranah diplomasi, kini rivalitas sudah meluas ke jagad online.

Peretas atau hacker Rusia dilaporkan telah melakukan serangan ke dalam sistem perusahaan-perusahaan minyak dan gas asal negara barat. Menurut perusahaan antivirus Symantec, operasi hacker tersebut diberik kata sandi Energetic Bear dan dilaksanakan melalui penembusan sistem dengan cara yang canggih. Objek incaran dari para hacket tersebut antara lain komputer yang mengatur pembangkit listrik, operator grid energi, perusahaan jaringan pipa dan produsen alat berat. Kebanyakan targetnya adalah perusahaan asal Amerika Serikat dan Spanyol.

Perusahaan keamanan komputer lainnya, Crowdstrike, pertama kali melihat operasi Energetic Bear dilakukan tahun 2012 silam. Crowdstrike bahkan menuding kawanan hacker bekerja dengan dukungan dari pihak intelijen dan raksasa energi minyak Rusia seperti Gazprom dan Rosneft. Namun tidak ada satupun dari pihak-pihak yang dituduh itu mengakui atau membantah tuduhan Crowdstrike.

Hacking di sistem migas berbahaya karena kalau berhasil, pihak peretas bisa mencuri cetak biru cadangan energi dan mengetahui lahan eksplorasi potensial yang masih dalam proses survei. Mereka kemudian bisa menjualnya kepada perusahaan lain untuk kemudian ditindaklanjuti. Sementara jika penembusan dilakukan terhadap data pembangkit energi dan jaringan pipa penghubung, maka kendali atas penyaluran migas menjadi hilang. Mereka bisa saja mengacaukan distribusi atau menghentikan pasokan minyak apabila diinginkan.

Selain di sektor energi, malware Energetic Bear juga pernah diluncurkan ke tembok sistem internet perusahaan-perusahaan yang menyuplai alat militer kepada Amerika Serikat dan Eropa. Produsen alat kesehatan juga sempat mengalami serangan hacker Rusia ini, selain perusahaan manufaktur, kontraktor dan badan riset universitas.  (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar