Selasa, 24 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Hadapi Gugatan Pemerintah, S&P Sewa Pengacara Top

Kamis, 7 Februari 2013 12:56 WIB
Dibaca 567

Monexnews - Standard & Poor's benar-benar tidak menganggap enteng gugatan pemerintah Amerika Serikat atas kasus subprime mortgage setengah dekade silam. Agensi pemeringkat ini dikabarkan menyewa kuasa hukum terkenal, John Keker, untuk mengurus proses peradilan bernilai $5 miliar ini.

Kekera adalah pengacara yang kerap mewakili tokoh-tokoh ternama dalam menjalani proses hukumnya, mulai dari Lance Armstrong hingga Andrew Fastow. Ia ditunjuk sebagai kuasa hukum S&P berkat rekomendasi dari kuasa hukum asal New York yang juga mewakili lembaga rating itu, Floyd Abrams. "John Keker adalah salah satu pengacara peradilan terbaik Amerika saat ini," puji Abrams. Kabar ini diamini oleh juru bicara perusahaan hukum tempat Keker bernaung, Keker & Van Nest, yang menyebut bahwa yang bersangkutan memang resmi ditunjuk sebagai wakil bagi S&P.

Seperti diketahui, satu dari tiga agensi pemeringkat paling berpengaruh di dunia ini tengah dihadapkan pada kasus hukum berat. Pemerintah Amerika menggugat S&P karena disuga berperan dalam kehancuran nilai aset investasi berbasis perumahan, yang pada akhirnya memicu krisis finansial tahun 2008. S&P dituduh tidak akurat dalam memberikan rating terhadap instrumen hutang berbasis perumahan pra-krisis keuangan.

Dalam pernyataannya, Standard & Poor's mengatakan sudah menerima informasi dari departemen kehakiman Amerika terkait gugatan pemerintah atas relevansi pemeringkatan aset mortgage 6 tahun lalu. Agensi rating ini menyebut sikap pemerintah sangat tidak beralasan dan justru mengklaim pemberian ratingnya tidak berperan dalam kejatuhan pasar hunian Amerika dan aset investasi yang melingkupinya. Data yang mereka pakai bahkan sama dengan apa yang dimiliki oleh lembaga pemerintahan Amerika, dan sayangnya Washington tidak melakukan antisipasi menyeluruh terhadap kemungkinan terburuk.

Kabar gugatan ini pertama kali dipublikasikan oleh Wall Street Journal awal pekan ini. Banyak analis menilai agensi-agensi rating sebagai biang kerok yang memperkeruh kepercayaan publik saat krisis berlangsung. Wall Street dan investor sangat bergantung pada penilaian ketiga lembaga rating utama untuk mengetahui kemampuan bayar debitur terhadap beban hutangnya. Level AAA mencerminkan tingkat kepercayaan tertinggi yang dimiliki oleh sebuah sektor atau negara yang melepas instrumen hutang. Di awal krisis 2008, banyak instrumen hutang berbasis perumahan mendapat peringkat AAA yang sesungguhnya tidak mencerminkan kondisi riil di pasar perumahan. Pihak-pihak yang dirugikan menuduh agensi pemeringkat telah menerima suap dari bank-bank besar untuk memberikan rating bagus, dengan demikian pihak bank bisa tetap menjual aset-aset investasi berbasis perumahan kepada nasabahnya. "Agensi rating telah menggadaikan analisa, independensi dan reputasinya demi uang," demikian ucapan sinis dari senator Carl Levin dalam dengar pendapat tahun 2010 lalu. Pihak senat Amerika dalam laporannya menyebut bahwa lembaga pemeringkat telah menurunkan standar penelitiannya untuk kepentingan bisnis semata. Hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi soal proses hukum dari departemen kehakiman Amerika Serikat.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar