Selasa, 24 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Hamada: Jepang Dapat Menaikkan Pajak Penjualan Secara Bertahap

Rabu, 27 Agustus 2014 16:46 WIB
Dibaca 541

Monexnews - Jepang dapat meredam dampak rencana kenaikan pajak penjualan dengan menaikkannya secara bertahap alih-alih menaikkannya sekaligus, menurut penasehat luar Perdana Menteri Shinzo Abe pada hari Rabu. Koichi Hamada, profesor ekonomi pada Yale University, juga mengatakan bahwa Abe seharusnya fokus pada reformasi struktural dan memangkas pajak perusahaan lebih dalam dari yang direncanakan saat ini untuk mendorong perekonomian dan menarik investasi. Abe menaikkan pajak penjualan di bulan April menjadi 8% dari 5% untuk menekan jumlah hutang pemerintah Jepang yang melambung. Kenaikan pajak tersebut menekan tingkat konsumsi, mendorong perekonomian menuju penurunan terburuk pada kuartal kedua sejak gempa bumi dan tsunami 2011. Perdana Menteri akan memutuskan pada akhir tahun apakah akan melanjutkan rencana kenaikan pajak menjadi 10% pada Oktober 2015.

"Sejauh yang telah kita lihat, dampak dari kenaikan pajak konsumsi cukup besar," ucap Hamada. "Sehingga, idealnya, kita dapat menaikkannya secara bertahan, seperti 1% pada Oktober 2015 dan 1% lagi setelahnya." Rencana Abe berencana untuk memangkas pajak korporat, yang saat ini berada di antara yang tertinggi di dunia yaitu lebih dari 35%, menjadi kurang dari 30% dalam beberapa tahun. Rincian mengenai angka dan waktu yang tepat untuk pemangkasan tersebut masih belum diputuskan. "Pemangkasan pajak korporat secara drastis dapat mempeengaruhi daya tarik investasi menuju Jepang dari luar negeri begitu juga dengan domestik," ucap Hamada. "Hal ini akan membantu memulihan perekonomian Jepang, yang mana akan membantu meluaskan basis pajak."

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar