Senin, 27 Maret 2017

world-economy  World Economy

Harapan Bersatunya Irak Berkurang

Rabu, 2 Juli 2014 8:14 WIB
Dibaca 306

Monexnews - Pihak Sunni dan Kurdi melakukan walked out dari sidang parlemen Irak setelah Nuri al-Maliki bersitegas untuk tetap menduduki posisi sebagai Perdana Menteri. Ini dapat mengurangi harapan akan bersatunya Irak di tengah merebaknya aksi pemberontakan yang kini telah menguasai wilayah utara Irak. Parlemen Irak tidak akan melakukan pertemuan dalam selama satu minggu setelah pihak Sunni dan Kurdi menolak untuk kembali bergabung dalam sidang parlemen. AS, PBB, Iran, dan ulama Irak telah menyerukan politikus untuk dapat merombak pemerintahan demi mencegah terpecahnya Irak.

Ada peraturan tidak tertulis dimana Perdana Menteri Irak berasal dari kaum Syiah, pimpinan parlemen dari kaum Sunni, dan Presiden dari kaum Kurdi. Namun, kaum syiah tetap bersitegas untuk mendukung Maliki sebagai Perdana Menteri dan abaikan seruan pihak lain agar menominasikan calon lain demi meredam sikap apatis terhadap pemerintahan Irak. Politikus Sunni, Osama al-Nujaifi, memperingatkan jika tidak ada solusi politikus maka suara dentuman senjata akan lebih keras dan Irak akan memasuki lorong hitam. (fr)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar