Kamis, 27 Juli 2017

world-economy  World Economy

Harga Gas Tangguh Naik, Penerimaan Negara Bertambah Rp9 Triliun Per Tahun

Rabu, 2 Juli 2014 12:02 WIB
Dibaca 458

Monexnews - Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT), China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) setuju untuk menaikkan harga beli gas Tangguh di Papua Barat ke Provinsi Fujian, Tiongkok, dari 3,3 dolar AS menjadi 8 dolar AS per Million Metric British Thermal Units (MMBTU).

Dengan adanya harga baru ini, Indonesia diperkirakan memperoleh 20,8 miliar dolar AS sampai dengan berakhirnya kontrak pada tahun 2034 mendatang. “Per tahun mulai tahun ini kita akan mendapatkan Rp12,5 triliun per tahun dari Fujian, harga barunya. Yang lama adalah Rp3,1 triliun per tahun, sekarang Rp12,5 triliun, jadi tambahannya adalah Rp9 triliun per tahun,” demikian dikatakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik seperti dikutip dari situs resmi Setkab.

Menteri ESDM menjelaskan, penjualan gas Tangguh ke RRT yang dilakukan sesuai kontrak pada era pemerintahan Presiden Megawati Soekarno Putri dipatok sebesar 5,5 persen dari Japan Crude Cocktail (JCC), atau berdasarkan harga minyak di Jepang.

Ia menambahkan, pada saat itu, harga JCC dipatok maksimum sebesar 26 dolar AS per barel. “Itulah yang membuat harga gas kita sangat rendah. Pada waktu itu harganya hanya 2,7 dolar AS per MMBTU. Itu berlangsung lama,” ungkapnya.

Pemerintah sebenarnya pernah melakukan renegosiasi pada tahun 2006 lalu. Negosiasi ini menghasilkan kenaikan harga JCC menjadi 38 dolar AS per barel. Angka ini menghasilkan harga gas 3,3 dolar AS per juta kubik feet. Namun demikian, angka tersebut saat ini sudah tidak sesuai dengan harga di pasaran yang telah mencapai 100 dolar AS per barel.

Selanjutnya, pemerintah kembali melakukan renegosiasi, dimana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono langsung sudah bertemu Presiden RRT Hu Jintao. Setelah 1,5 tahun, pemerintah RRT akhirnya menerima keberatan Indonesia yang menganggap harga JCC sudah tidak sesuai.

Saat ini , menurut Menteri ESDM, pemerintah RRT sudah menyepakati harga gas Tangguh sebesar 8 dolar AS per juta kubik feet, dengan asumsi harga JCC sebesar 100 dolar AS. Harga gas tersebut juga akan terus mengalami kenaikan jika harga JCC naik. “Jadi ini kenaikan yang luar biasa, dan ini kesepakatannya naik terus,” jelasnya.(nv)


Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

-disadur tanpa penyuntingan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar