Selasa, 30 Mei 2017

world-economy  World Economy

Hindari Middle Income Trap, Pemerintah Harus Konsisten

Selasa, 14 Oktober 2014 11:15 WIB
Dibaca 491

Monexnews - Wakil Menteri Keuangan II Bambang P.S. Brodjonegoro mengakui, upaya untuk menghindarkan Indonesia dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap) perlu komitmen jangka panjang dari semua pihak.

Hal tersebut mengingat, persoalan ini tidak dapat diselesaikan dalam jangka pendek dan memerlukan konsistensi kebijakan pemerintah. "Masalah ini tidak akan selesai dalam satu periode pemerintahan. Harus ada pemahaman dan komitmen dari semua pihak," ungkapnya pada Jumat (10/10) di Nusa Dua, Bali.

Setelah diselenggarakannya konferensi internasional yang membahas isu ini tahun lalu, Wamenkeu mengakui, saat ini telah banyak yang menyadari pentingnya menghindari jebakan kelas menengah. "Setelah satu tahun, mulai banyak yang aware soal ini," katanya.

Ia juga menyambut baik diakomodasinya isu ini dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Indonesia 2015-2019. Ini menunjukkan bahwa Indonesia telah selangkah lebih maju dalam menghindari jebakan negara berpendapatan menengah.

Untuk itu, sebagai tindak lanjutnya, pemerintah perlu segera mengimplementasikan kebijakan-kebijakan strategis tersebut secara konsisten. "Dalam sejarahnya, Indonesia masih kurang di konsistensi policy dan implementasi policy," katanya.

Ia berharap, pergantian pemerintahan dalam waktu dekat ini tidak diikuti dengan perubahan pada semua kebijakan pemerintah yang telah ada. "Jangan sampai karena ganti pemerintah, kebijakan banyak yang diubah. Kan ada kebijakan-kebijakan tertentu yang baik dan harus dipertahankan," ungkapnya. (nv)


Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia
www.kemenkeu.go.id

(disadur tanpa penyuntingan)


(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar