Sabtu, 21 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

world-economy  World Economy

Hindari Perang Saudara, PM Ukraina Putuskan Resign

Selasa, 28 Januari 2014 16:30 WIB
Dibaca 643

Monexnews - Perdana Menteri Ukraina, Mykola Azarov, hari ini mengumumkan pengunduran dirinya sebagai kepala pemerintahan di negara pecahan Uni Soviet tersebut. Ia memutuskan mundur untuk menghindari kerusakan ekonomi akibat aksi demonstrasi besar-besaran yang telah berlangsung selama 2 bulan.

Azarov secara pribadi sudah berbicara dengan Presiden Viktor Yanukovich tentang pengunduran dirinya. Ia ingin supaya tensi konflik politik mereda dan warga Ukraina bisa kembali menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Azarov takut kalau dirinya semakin lama menduduki kursi perdana menteri, maka ketegangan antar warga sipil terus memuncak dan berujung pada perang saudara.

Aksi demonstrasi antar elemen masyarakat sudah berlangsung lama. Opini publik terpecah menyangkut kedekatan ekonomi politik Ukraina dengan pihak Rusia. Pihak yang gencar melakukan demonstrasi di ibukota Kiev adalah warga masyarakat yang ingin supaya negaranya lebih berkiblat ke zona Euro, dan bukan merapat ke Rusia. Perang ideologis inilah yang ditakutkan menjadi benih terjadinya perang sipil.

"Ukraina sudah terpecah. (Warga) bagian tengah dan barat menginginkan negaranya mendekat ke Eropa. Sedangkan (warga) bagian tenggara lebih pro ke Rusia," ujar Ian Bremmer, Presiden Grup Eurasia kepada awak media. Komentarnya ditujukan untuk meredam eskalasi konflik antara pihak pemerintahan dan demonstran.

Presiden Yanukovich telah menggelar pertemuan dengan partai oposisi untuk mencari jalan tengah soal konflik ekonomi politik ini. Sikap pemerintah yang menerima bantuan senilai $15 miliar dari pihak Rusia merupakan titik awal ketegangan antar warga, di mana pada saat yang sama, presiden Yanukovich juga memutus perjanjian dagang dengan Uni Eropa. Pemerintah dan parlemen sedang melakukan lobi-lobi untuk mencari solusi krisis politik dan menentukan arah kebijakan nasional.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar