Sabtu, 22 Juli 2017

world-economy  World Economy

Honda: BOJ dan Pemerintah Bersiap Hadapi Rencana Kenaikan Pajak

Rabu, 8 Juli 2015 9:55 WIB
Dibaca 1132

Monexnews - Mungkin sulit bagi Bank of Japan untuk menghentikan stimulus moneternya sebelum kenaikan pajak penjualan yang direncanakan terjadi di tahun 2017 dan pemerintah mungkin harus mengumpulkan paket ekonomi senilai 2.5 trilyun yen (20 milyar dollar) untuk meredam dampak kenaikan pajak pada masyarakat, menurut penasehat Perdana Menteri. Etsuro Honda, yang mengenal Perdana Menteri Shinzo Abe selama 3 dekade dan menjadi penasehat masalah ekonomi, mengatakan bahwa pemerintah harus berhati-hati dalam melakukan pendekatan, setelah kenaikan pajak penjualan tahun lalu memicu resesi. Honda mengatakan bahwa mungkin dibutuhkan belanja fiskal sekitar 2.5 trilyun yen untuk meredam dampak kenaikan pajak.

Pemerintahan Abe mencetak performa yang cukup baik dalam usahanya untuk mengurangi beban utang yang mencapai lebih dari dua kali lipat output ekonomi tahunan Jepang. Bersamaan dengan itu, gubernur bank sentral pilihan Abe, Haruhiko Kuroda, sedang mengalirkan uang menuju perekonomian untuk memicu inflasi yang dibutuhkan Jepang untuk bertumbuh. Menurut Honda, nampaknya sulit membayangkan tapering sebelum April 2017. BOJ harus menilai apakah bank sentral dapat melakukan tapering dengan melihat laju perlambatan pasca kenaikan pajak. Saat perekonomian melambat, BOJ tidak dapat memulai tapering, tambahnya.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar