Selasa, 30 Mei 2017

world-economy  World Economy

ICP Maret 2014 Sebesar US$ 106,90 per Barel

Kamis, 3 April 2014 16:21 WIB
Dibaca 394

Monexnews - Berdasarkan perhitungan Formula ICP, harga rata-rata minyak mentah Indonesia bulan Maret 2014 secara umum mengalami kenaikan terutama jenis minyak mentah jenis SLC, dibandingkan bulan Februari 2014. Harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP)  Maret 2014 mencapai US$ 106,08 per barel atau naik US$ 0,82 per barel dibanding Februari 2014 yang mencapai US$ 106,08 per barel.

Sedangkan harga Minas/SLC mencapai US$ 112,46 per barel, naik US$ 3,75 per barel dibanding Februari 2014 yang mencapai US$ 108,71 per barel.

Kenaikan harga minyak mentah Indonesia tersebut disebabkan peningkatan permintaan minyak mentah jenis direct burning dari Jepang.

Sementara itu, perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan Maret 2014 dibandingkan bulan Februari 2014, secara umum mengalami penurunan, yaitu:

  • WTI (Nymex) turun sebesar US$ 0,17 per barel dari US$ 100,68 per barel menjadi US$ 100,51 per barel.
  • Brent (ICE) turun sebesar US$ 1,09 per barel dari US$ 108,84 per barel menjadi US$ 107,75 per barel.
  • Basket OPEC turun sebesar US$ 1,23 per barel dari US$ 105,38 per barel menjadi US$ 104,15 per barel.

Penurunan harga minyak mentah utama di pasar internasional tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain berdasarkan laporan International Energy Agency (IEA) bulan Maret 2014, pasokan minyak mentah dunia mengalami kenaikan sebesar 600.000 barel per hari menjadi 92,89 juta barel per hari yang disebabkan kenaikan pasokan dari negara-negara OPEC.

Selain itu, berdasarkan laporan OPEC bulan Maret 2014, proyeksi pasokan minyak mentah non OPEC tahun 2014 naik 0,06 juta barel per hari menjadi 55,49 juta barel per hari dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya yang diakibatkan oleh peningkatan pasokan dari AS, Kanada dan Brazil.

Penyebab lainnya adalah kekhawatiran potensi menurunnya pertumbuhan ekonomi dunia khususnya melemahnya ekonomi China yang merupakan konsumen terbesar minyak kedua di dunia, diindikasikan dengan menurunnya ekspor.

“US Energy Information Administration (EIA) melaporkan stok mingguan minyak mentah AS pada bulan Maret 2014 mengalami peningkatan sebesar 20,1 juta barel dibandingkan bulan sebelumnya. Faktor lainnya adalah pemeliharaan berkala beberapa kilang minyak di kawasan Asia dan AS,” kata Tim Harga Minyak Indonesia.

Untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut, juga dipengaruhi oleh penurunan harga minyak mentah China sebesar 80.000 barel per hari dan rencana kenaikan pajak penjualan di Jepang. (TW)


Sumber: rilis berita Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia

www.esdm.go.id

*disadur tanpa perubahan 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar