Sabtu, 27 Mei 2017

world-economy  World Economy

ICP Mei 2015 Naik Jadi US$ 61,86 per Barel

Kamis, 4 Juni 2015 14:19 WIB
Dibaca 2963

Monexnews - Tim Harga Minyak Indonesia menyatakan, dari hasil perhitungan Formula ICP, harga minyak mentah Indonesia dalam bulan Mei 2015 mengalami peningkatan dibandingkan bulan April 2015. Harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) naik sebesar US$ 4,28 per barel dari US$ 57,58 per barel menjadi US$ 61,86 per barel.

Harga Minas/SLC juga mengalami kenaikan sebesar US$ 2,78 per barel dari US$ 59,92 per barel menjadi US$ 62,70 per barel.

Dipaparkan, peningkatan harga minyak mentah Indonesia tersebut, sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar Internasional yang diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu berdasarkan publikasi OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) bulan Mei 2015, pasokan minyak mentah OPEC (tanpa Irak) di bulan April 2015 mengalami penurunan sebesar 0,03 juta barel per hari menjadi sebesar 27,17 juta barel per hari dibandingkan bulan sebelumnya.

Selain itu, berdasarkan publikasi OPEC bulan Mei 2015, proyeksi pasokan minyak mentah Non-OPEC tahun 2015 turun sebesar 0,01 juta barel per hari menjadi sebesar 57,16 juta barel per hari dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya.

Faktor lainnya adalah berdasarkan publikasi OPEC bulan Mei 2015, proyeksi permintaan minyak mentah global tahun 2015 meningkat 0,05 juta barel per hari dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya menjadi sebesar 92,50 juta barel per hari.

Berdasarkan laporan EIA (Energy Information Administration)-USA, tingkat stok minyak mentah komersial, gasoline dan distillate fuel oil Amerika Serikat selama bulan Mei 2015 mengalami penurunan dibandingkan dengan bulan April 2015:

1.Stok minyak mentah komersial turun11,5 juta barel menjadi sebesar 479,4 juta barel.

2.Stok gasoline turun6,9 juta barel menjadi sebesar 220,6 juta barel.

3.Stok distillate fuel oil turun 0,5 juta barel menjadi sebesar 128,8 juta barel.

Peningkatan harga minyak juga didasarkan pada publikasi OPEC, jumlah rig pengeboran pada kawasan Amerika Utara di bulan April 2015 kembali mengalami penurunan hingga 239 buah dibandingkan dengan bulan Maret 2015 menjadi sejumlah 1133 rig dan Arab Saudi kembali melakukan serangan udara ke Yaman setelah berakhirnya masa gencatan senjata. Serangan tersebut meningkatkan risiko geopolitik dan menyebabkan kekhawatiran terganggunya pengapalan minyak mentah dari Timur Tengah.

Untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut di atas, juga dipengaruhi oleh meningkatnya proyeksi permintaan minyak mentah di Cina pada tahun 2015, dengan meningkatnya tingkat kinerja kilang dan jumlah fasilitas inventory di Cina.

Selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar Internasional pada bulan Mei 2015 dibandingkan bulan April 2015, sebagai berikut:

-WTI (Nymex) naik sebesar US$ 4,77 per barel dari US$ 54,63 per barel menjadi US$ 59,40 per barel.

-Brent (ICE) naik sebesar US$ 4,47 per barel dari US$ 61,14 per barel menjadi US$ 65,61 per barel.

-Basket OPEC naik sebesar US$ 4,94 per barel dari US$ 57,30 per barel menjadi US$ 62,24 per barel. (TW)


Sumber: rilis berita Direktorat Jenderal Minyak dan Gas, Kementerian energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia

www.migas.esdm.go.id

*disadur tanpa penyuntingan (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar