Kamis, 23 Maret 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris bulan Februari 1.4% vs -0.5% bulan Januari, dari estimasi 0.4%.

world-economy  World Economy

ICP Oktober Capai US$ 106,39 per Barel

Kamis, 7 November 2013 10:17 WIB
Dibaca 345

Monexnews - Berdasarkan perhitungan Formula ICP, harga rata-rata minyak mentah Indonesia bulan Oktober 2013 mencapai US$ 106,39 per barel, turun sebesar US$ 3,30 per barel dari US$ 109,69 per barel pada bulan September 2013.

Sedangkan harga Minas/SLC turun sebesar US$ 5,58 per barel dari US$ 113,93 per barel menjadi US$ 108,35 per barel.

Penurunan harga minyak mentah Indonesia tersebut, menurut Tim Harga Minyak Indonesia, sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar Internasional, yang diakibatkan oleh beberapa faktor yakni melemahnya perekonomian dunia yang diindikasikan oleh penurunan perkiraan angka pertumbuhan perekonomian AS tahun 2013 sebesar 0,1% dari 1,7% menjadi 1,6% yang dipengaruhi oleh menurunnya pasar perumahan AS dan ketidakpastian arah kebijakan fiskal di AS serta belum membaiknya tingkat pertumbuhan ekonomi negara-negara zona Eropa khususnya Italia dan Spanyol.

Faktor lainnya adalah perkiraan penurunan permintaan minyak mentah OPEC tahun 2013 dibandingkan dengan tahun 2012 sebesar 0,5 juta barel per hari dari 30,4 juta barel per hari menjadi 29,9 juta barel per hari (Laporan bulanan OPEC ( Organization of Petroleum Exporting Countries) Oktober 2013).

Selain itu, peningkatan produksi minyak mentah Non-OPEC tahun 2013 sebesar 1,1 juta barel per hari dari 53,6 juta barel per hari menjadi 54,7 juta barel per hari yang disebabkan oleh naiknya produksi minyak mentah dari AS, Kazakhstan, Brazil dan Sudan Selatan ( Laporan bulanan IEA - International Energy Agency, OPEC dan CGES (Centre for Global Energy Studies) Oktober 2013).

Penyebab lainnya adalah peningkatan produksi minyak mentah OPEC sebesar 0,4 juta barel per hari yang disebabkan meningkatnya produksi di Libya yang dipengaruhi oleh situasi politik negara tersebut mulai stabil, peningkatan produksi di Irak yang disebabkan mulai beroperasinya Lapangan Majnoon dan Gharaf dan menurunnya tingkat pencurian minyak pasca penerapan sistem pengamanan pipa minyak di Nigeria (Laporan bulanan CGES Oktober 2013).

Peningkatan stok minyak mentah komersial AS pada bulan Oktober 2013 dibandingkan dengan bulan September 2013 sebesar 20,1 juta bbl dari 363,7 juta bbl menjadi sebesar 383,8 juta bbl (Laporan mingguan EIA (Energy Information Administration) Oktober 2013).

Untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut, juga dipengaruhi oleh turunnya permintaan minyak mentah dari Jepang sebesar 0,1 juta barel per hari akibat meningkatnya penggunaan batu bara untuk pembangkit listrik.

Perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar Internasional pada bulan Oktober 2013 dibandingkan bulan September 2013 secara umum mengalami penurunan, sebagai berikut:

WTI (Nymex) turun sebesar US$ 5,69 per barel dari US$ 106,24 per barel menjadi US$ 100,55 per barel.


Brent (ICE) turun sebesar US$ 1,81 per barel dari US$ 111,25 per barel menjadi US$ 109,44 per barel.


Basket OPEC turun sebesar US$ 2,05 per barel dari US$ 108,73 per barel menjadi US$ 106,68 per barel. (TW)



Sumber: publikasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia

www.esdm.go.id

*disadur tanpa perubahan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar