Jumat, 20 Oktober 2017

world-economy  World Economy

IMF: Ada Risiko di Balik Suku Bunga Rendah

Rabu, 3 September 2014 11:54 WIB
Dibaca 728

Monexnews -  Laju pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja adalah dua masalah terbesar yang sedang dihadapi oleh perekonomian global. Di saat yang sama, iklim suku bunga rendah rentan menghadirkan risiko baru di sistem keuangan negara-negara maju. 

Pendapat tersebut diungkapkan oleh Wakil Direktur Pelaksana International Monetary Fund (IMF), Zhu Min kepada CNBC beberapa jam lalu. Menurutnya, lumrah jika bank-bank sentral menahan suku bunga serendah mungkin untuk meningkatkan gairah bisnis. Kebutuhan akan perbaikan sektor ekonomi dan penyerapan tenaga kerja sedang dialami nyaris semua negara maju di dunia. Namun di sisi lain otoritas moneter setiap negara juga tidak bisa mengabaikan tingginya minat berisiko pelaku keuangan di tengah minimnya jumlah likuiditas yang beredar. Hal ini bisa mendatangkan masalah baru apabila tidak diantisipasi. 

"Dunia sedang diliputi ketidakpastian, dan orang-orang justru mencari return investasi," ujar Zhu. Oleh karena itu ia menyerukan semua pihak untuk mencermati berbagai risiko dari pemberlakuan suku bunga rendah dan tidak hanya melihat keuntungan jangka pendek. Adapun bank-bank sentral utama dunia yang sedang mematok bunga rendah yaitu Federal Reserve Bank Amerika Serikat, European Central Bank dan Bank of England.

Khusus bagi the Fed, dewan kebijakannya diprediksi segera menaikkan suku bunga acuan di tahun 2015. Namun demikian Zhu menilai perubahannya tidak akan terlalu banyak karena fondasi ekonomi Amerika masih lemah. "Selama paruh pertama 2014, pertumbuhan relatif lambat," tambahnya.
Bos IMF ini juga memuji kinerja ekonomi China yang kuat meski sempat terancam 'hard landing'. "Sampai sekarang perekonomian China berjalan baik, pertumbuhannya antara 7.2% dan 7.5%," kilah Zhu. Trend inflasi rendah di kisaran 2.4% mendukung fundamental ekonomi. Pemerintah Tiongkok mematok target pertumbuhan 2014 di angka 7.5% dalam Kongres Rakyat Nasional bulan Mei lalu.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar