Minggu, 28 Mei 2017

world-economy  World Economy

IMF: Masa Depan Harga Minyak Masih Belum Pasti

Jumat, 6 Februari 2015 21:19 WIB
Dibaca 711

Monexnews - Ketidakpastian mengenai masa depan harga minyak dapat memperburuk proyeksi perekonomian global oleh International Monetary Fund, menurut salah satu petinggi IMF pada hari Jumat. Di satu sisi, penurunan harga minyak dapat terus berlanjut dan mendorong tingkat permintaan global lebih dari perkiraan IMF bulan lalu, saat IMF memangkas proyeksi pertumbuhan global menjadi 3.5% untuk tahun ini. Bersamaan dengan itu, rendahnya harga minyak mentah dapat memaksa perusahaan atau pemerintah untuk memangkas suplai, mendorong harga naik lebih tinggi dan lebih cepat dari ekspektasi, ucap IMF. Outlook untuk harga bensin, yang telah turun lebih dari 50% dalam 7 bulan terakhir, kemungkinan akan menjadi pokok bahasan pertemuan menteri negara grup G-20 di Istanbul pekan depan.

Sementara Amerika Serikat masih menjadi titik terang pada perekonomian global, dan Federal Reserve AS berencana untuk mulai menaikkan suku bunga di sekitar pertengahan tahun, bank sentral lain telah meluncurkan sejumlah stimulus moneter tambahan, sebagian akibat kecemasan deflasi dari penurunan harga minyak. Dalam nota yang disiapkan untuk G20, IMG memperingatkan the Fed untuk tidak terlalu mempertimbangkan dampak harga minyak murah, kecuali hal tersebut mengubah ekspektasi inflasi jangka panjang, dan harus fokus pada target utama inflasi dan tenaga kerja. Namun IMG kembali memperingatkan bahwa perbedaan kebijakan moneter di dunia berpotensi memicu kenaikan volatilitas dan aliran dana keluar yang deras dari negara berkembang, terutama dari negara eksportir minyak yang telah menjadi lebih rentan seiring anjloknya harga minyak.
Christine Lagarde, direktur manajer IMF mengatakan penguatan dollar juga menimbulkan resiko. "Pasar negara berkembang sangat rentan, karena dalam 5 tahun terakhir sebagian besar bank-bank dan perusahaan mereka meningkatkan pinjaman dalam bentuk dollar," ucapnya. Bulan lalu IMF mengatakan dampak positif dari penurunan harga minyak tidak dapat menutupi penurunan potensi pertumbuhan pada negara perekonomian besar, termasuk Jepang dan zona euro. IMF mendesak negara-negara terus mengusung reformasi yang lebih dalam untuk menaikkan jalur pertumbuhan, termasuk kesepakatan dagang yang terbuka lebar. Namun IMF memperingatkan negara G20 agar tidak memperbolehkan kesepakatan regional seperti Trans-Pacific Partnership untuk mengambil alih agenda kebijakan perdagangan global dan membuat sejumlah negara tetap lesu.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar