Jumat, 31 Maret 2017

breaking-news GDP AS Q4 direvisi naik menjadi 2.1%, Klaim Penganguran turun menjadi 258K.

world-economy  World Economy

IMF Minta Jepang Tambah Modal Belanja untuk Perekonomian

Jumat, 24 Juli 2015 14:21 WIB
Dibaca 2952

Monexnews - Meskipun sudah mengucurkan uang besar untuk menggenjot perekonomian, apa yang dilakukan oleh pemerintah Jepang belum memuaskan banyak pihak. Dana Moneter Internasional (IMF) menyarankan agar pemerintah Shinzo Abe menyuntik lagi stimulus tambahan dan bersiap melakukan reformasi struktural.

"Bank of Japan perlu memperlonggar kebijakannya, melakukan komunikasi dengan pasar dan berusaha lebih lagi untuk mencapai target inflasi 2%," demikian kata IMF dalam laporan konsultasi artikel IV yang dipublikasikan hari ini. Lembaga ini yakin kalau hanya dengan stimulus sekarang, maka Jepang tidak akan mampu memenuhi inflasi 2% dalam jangka menengah atau bahkan lima tahun ke depan.

Seperti diketahui, inflasi inti Jepang merosot terus setelah terakhir kali naik sampai 1,5% di pertengahan 2014 lalu. Bahkan sejak Februari lalu, inflasi stagnan dekat nol persen sehingga pemerintahnya terpaksa mengeluarkan upaya ekstra via pelonggaran moneter dan regulasi.

Secara spesifik, IMF meminta Jepang agar fokus menciptakan produktivitas ekonomi berbasis pembukaan lapangan kerja. Salah satunya adalah dengan membuat aturan yang mendukung sektor agrikultur dan jasa. Dalam hal ini, pemerintah bisa memanfaatkan Trans-Pacific Partnership atau perjanjian kerjasama dagang 12 negara, yang akan berkontribusi sampai 40% terhadap perekonomian dunia.

Di sisi lain, IMF juga memuji dampak dari kebijakan kabinet Shinzo Abe selama beberapa bulan terakhir. Gross domestic product (GDP) Jepang tumbuh 3,9% per tahun di kuartal I 2015 atau naik pesat dari laporan GDP Oktober-Desember 2014 yang hanya mencapai 1,5%. Seperti diketahui, BOJ mengambil kebijakan strategis via pengucuran stimulus baru di akhir Oktober, yaitu dengan:

- Meningkatkan monetary base menjadi 80 triliun yen per tahun.
- Meningkatkan pembelian ETF dalam 1 tahun dari 1 triliun yen menjadi 3 triliun yen.
- Meningkatkan pembelian J-REIT dalam 1 tahun dari 30 miliar yen menjadi 90 miliar yen.
- Memperpanjang jatuh tempo rata-rata kepemilikan obligasi JGB dari 6-8 tahun menjadi 7-10 tahun.
- BOJ akan mengikutsertakan JPX-Indeks Nikkei 400 dalam program pembelian aset.

Sementara data yang dihimpun dari BOJ terungkap bahwa:

- Kepemilikan obligasi JGB akan mencapai 297 triliun yen pada akhir 2014.
- Monetary Base akan menjadi 275 triliun yen pada akhir tahun 2014.
- Kepemilikan ETF akan mencapai 3,8 triliun yen pada akhir 2014.
- Kepemilikan J-REIT akan mencapai 180 miliar yen pada akhir 2014. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar