Sabtu, 22 Juli 2017

world-economy  World Economy

IMF: Perbedaan Kebijakan Negara Maju dan Berkembang Harus Dijembatani

Rabu, 30 Juli 2014 12:16 WIB
Dibaca 5722

Monexnews -  Trend pemulihan ekonomi dunia kemungkinan tidak akan berjalan lancar sesuai harapan. Perbedaan pola kebijakan di negara maju dan berkembang justru akan membuat perekonomian dunia melambat.

Pendapat ini dilontarkan oleh Dana Moneter Internasional dalam laporan penelitiannya hari Rabu. Menurut lembaga kreditur ini, beberapa negara maju seperti Amerika Serikat dan Inggris mulai memperketat kebijakan moneter masing-masing karena kondisi ekonomi domestiknya sudah membaik. Sementara di saat yang sama, perekonomian di negara-negara berkembang justru berjalan lambat dan berpotensi menimbulkan efek buruk bagi mitra dagangnya di luar sana. Perbedaan trend antara dua kutub utama inilah yang rawan merusak perekonomian global.

"Interaksi antara iklim pengetatan moneter di negara maju dan penurunan kinerja ekonomi di negara berkembang akan mengganggu pertumbuhan ekonomi global," demikian menurut IMF dalam laporannya. Skenario terburuknya, perekonomian dunia dapat melemah hingga 2% per tahun di saat dua fenomena ini berlangsung secara bersamaan.

IMF berharap kebijakan moneter setiap negara diambil demi menjaga pertumbuhan ekonomi dan bukan untuk menciptakan stabilitas di sektor lain, misalnya pada sistem keuangan semata. "Kalau strategi moneter diambil untuk melindungi beberapa hal tertentu dan bukan untuk pertumbuhan ekonomi, perlambatan ekonomi akan menyebar dan merugikan negara-negara berkembang," tambah IMF.

Di saat bank sentral negara maju memperketat kebijakan moneter. beberapa bank sentral di negara berkembang justru baru memulai pelonggaran moneternya di paruh pertama 2014. Benturan antara dua kebijakan yang berbeda akan menciptakan instabilitas di pasar uang, dan pada akhirnya bisa mengganggu pos neraca keuangan nasional serta perhitungan nilai berbasis mata uang asing.

Pekan lalu, IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk negara berkembang dari 4.8% menjadi 4.6% atau lebih rendah dibandingkan catatan tahun 2013 yang sebesar 4.7%. Padahal penurunan ekonomi sebesar 1 poin persentase (0.1%) saja di negara berkembang, akan berdampak pada perlambatan ekonomi sebesar seperempat poin persentase di negara maju. Mengingat kerjasama perdagangan antara kelompok negara beda status ini tidak akan sebagus tahun-tahun sebelumnya.

Olah karena itulah, IMF menyarankan agar bank sentral menjalin komunikasi saat merilis kebijakan baru dengan bank sentral dari negara lain. Sementara di saat yang sama, negara-negara berkembang diminta untuk fokus melakukan reformasi struktural yang berorientasi untuk jangka menengah ketimbang memilih untul memperlonggar fasilitas moneternya. "Kepentingan nasional setiap negara memang berbeda, tetapi mereka semua harus memperhatikan beberapa isu yang sama seperti kebutuhan infrastruktur (terutama listrik dan transportasi) , menaikkan kualitas pendidikan, menambah keahlian SDM serta meningkatkan daya saing dan iklim bisnis," saran IMF.   (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar