Rabu, 23 Agustus 2017

world-economy  World Economy

IMF Perkirakan Laju Pertumbuhan China di tahun 2015 'Jauh di Atas' 7%

Rabu, 24 September 2014 16:58 WIB
Dibaca 2070

Monexnews - Laju pertumbuhan ekonomi China kemungkinan akan bertumbuh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya di tahun 2015, menurut International Monetary Fund pada hari Rabu, menepis resiko melambatnya pasar sektor properti di negara perekonomian terbesar kedua dunia tersebut. Pertumbuhan ekonomi di China kemungkinan akan berada "jauh di atas" 7% tahun depan, ucap Changyong Rhee, direktur departemen Asia Pasifik pada IMF. Pernyataannya menunjukkan bahwa IMF akan menaikkan proyeksi pertumbuhan China pada bulan depan dari estimasi sebesar 7.1% pada bulan Juli lalu. Untuk tahun 2014, IMF memperkirakan pertumbuhan China akan mencapai 7.4%, sedikit dibawah target pemerintah China di sekitar 7.5%.

"Kami memperkirakan mereka masih memiliki alat kebijakan untuk mempertahankan laju pertumbuhan jauh di atas level 7% tahun depan," ucap Rhee. Bagaimanapun, Rhee mengatakan IMF tidak memperkirakan pasar sektor properti China yang melampat dapat menjadi permasalahan yang serius, mengatakan hal tersebut hanya "penyesuaian bertahap" dan bukan hard landing. "Bukti menunjukkan bahwa akan ada penyesuaian secara bertahap pada pasar real estat namun kita harus memperhatikan apakah skenario tersebut akan bertahan," ucap Rhee. Melambatnya perekonomian China seharusnya tidak dianggap sebagai "resiko murni" seiring hal tersebut memberikan negara lain di Asia kesempatan yang lebih baik untuk berkompetisi dengan Beijing dan menarik investasi langsung dari asing, tambah Rhee.
Tingkat pertumbuhan di Asia kemungkinan akan tetap kokoh, ucap Rhee, menempatkan negara di kawasan Asia pada posisi yang lebih baik untuk menghadapi dampak kenaikan suku bunga di Amerika Serikat dalam hal aliran modal dan volatilitas pasar. "Kita harus bersiap, namun dampak terhadap perekonomian Asia akan jauh lebih minim dibandingkan dengan resiko dampak pada kawasan lain. Kita tidak dapat puas diri namun menurutku negara-negara di Asia sudah siap," ucap Rhee.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar